Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Senat AS Sahkan Resolusi Larang Trump Serang Venezuela Lagi
Advertisement . Scroll to see content

Megawati Kecam Serangan AS ke Venezuela: Neokolonialisme dan Imperialisme Modern!

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:03:00 WIB
Megawati Kecam Serangan AS ke Venezuela: Neokolonialisme dan Imperialisme Modern!
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri. (Foto: Dok. PDIP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri mengecam keras serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela. Megawati menilai tindakan itu merupakan ancaman serius bagi kedaulatan bangsa-bangsa berdaulat.

Pernyataan Megawati tersebut disampaikan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto usai acara HUT ke-53 sekaligus pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). Dalam forum itu, Megawati memberikan pidato politik secara tertutup.

"Beliau menyampaikan sikap tegas PDI Perjuangan terhadap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum Internasional," kata Hasto mengutip pernyataan Megawati.

Menurut Hasto, Megawati menilai tindakan agresi sepihak tersebut sangat mencederai semangat perdamaian dunia yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern yang mengingkari piagam PBB dan prinsip dasar hubungan antarbangsa," ujarnya.

Hasto melanjutkan, Presiden kelima RI itu juga mengingatkan Indonesia memiliki sejarah panjang melawan segala bentuk penjajahan sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut