Memahami Gempa Intraslab M6,5 di Kepulauan Seribu, Apa Penyebab dan Dampaknya bagi Jakarta?
Fenomena tersebut juga menjelaskan pola guncangan gempa yang terasa cukup unik. Meski episenter berada di Laut Jawa sebelah utara Jakarta, getaran justru dapat dirasakan lebih awal dan lebih kuat di sejumlah wilayah Jawa bagian selatan, termasuk Sukabumi.
Daryono menjelaskan kondisi itu terjadi karena gelombang seismik dapat merambat secara efisien melalui slab lempeng yang padat dan relatif homogen. Energi gempa kemudian bergerak menuju arah selatan sebelum menyebar ke permukaan.
“Episenter gempa kuat terletak di utara Jakarta, tetapi kenapa getarannya justru lebih kuat dirasakan warga di wilayah selatan Jawa seperti Sukabumi dan Bandung. Bagaimana jalurnya? Saya jawab: Penjelasannya terletak pada jalur perambatan gelombang seismik melalui lempeng tektonik atau slab penunjaman,” kata Daryono.
Sebaliknya, gelombang yang merambat menuju permukaan di wilayah Jakarta harus melewati lapisan mantel dan sedimen lunak yang dapat meredam sebagian energi gempa. Karena itu, meskipun pusat gempa berada di utara Jawa, wilayah selatan Jawa dapat mengalami guncangan yang signifikan.
“Jadi meski pusat gempa di utara Jawa, tetapi yang signifikan mengalami getaran ada di Jawa bagian selatan,” ujarnya.
Gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan karena terjadi pada kedalaman ratusan kilometer. Energi gempa sudah menyebar dan berkurang ketika mencapai permukaan bumi.
“Gempa ini tidak merusak karena kedalamannya mencapai ratusan kilometer, energi gempa sudah jauh menyebar dan menyusut saat tiba di permukaan bumi,” kata Daryono.
Editor: Reza Fajri