Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Catat 47 Gempa Guncang Kabupaten Bandung sejak Kemarin
Advertisement . Scroll to see content

Memahami Gempa Intraslab M6,5 di Kepulauan Seribu, Apa Penyebab dan Dampaknya bagi Jakarta?

Minggu, 13 September 2026 - 13:01:00 WIB
Memahami Gempa Intraslab M6,5 di Kepulauan Seribu, Apa Penyebab dan Dampaknya bagi Jakarta?
Penjelasan gempa intraslab M6,5 di Kepulauan Seribu (gambar: X/@daryono_eq_talk)
Advertisement . Scroll to see content

Fenomena tersebut juga menjelaskan pola guncangan gempa yang terasa cukup unik. Meski episenter berada di Laut Jawa sebelah utara Jakarta, getaran justru dapat dirasakan lebih awal dan lebih kuat di sejumlah wilayah Jawa bagian selatan, termasuk Sukabumi.

Daryono menjelaskan kondisi itu terjadi karena gelombang seismik dapat merambat secara efisien melalui slab lempeng yang padat dan relatif homogen. Energi gempa kemudian bergerak menuju arah selatan sebelum menyebar ke permukaan.

“Episenter gempa kuat terletak di utara Jakarta, tetapi kenapa getarannya justru lebih kuat dirasakan warga di wilayah selatan Jawa seperti Sukabumi dan Bandung. Bagaimana jalurnya? Saya jawab: Penjelasannya terletak pada jalur perambatan gelombang seismik melalui lempeng tektonik atau slab penunjaman,” kata Daryono.

Sebaliknya, gelombang yang merambat menuju permukaan di wilayah Jakarta harus melewati lapisan mantel dan sedimen lunak yang dapat meredam sebagian energi gempa. Karena itu, meskipun pusat gempa berada di utara Jawa, wilayah selatan Jawa dapat mengalami guncangan yang signifikan.

“Jadi meski pusat gempa di utara Jawa, tetapi yang signifikan mengalami getaran ada di Jawa bagian selatan,” ujarnya.

Gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan karena terjadi pada kedalaman ratusan kilometer. Energi gempa sudah menyebar dan berkurang ketika mencapai permukaan bumi.

“Gempa ini tidak merusak karena kedalamannya mencapai ratusan kilometer, energi gempa sudah jauh menyebar dan menyusut saat tiba di permukaan bumi,” kata Daryono.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut