Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Zulhas Temukan Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100.000 di Pasar Minggu 
Advertisement . Scroll to see content

Mendag Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Merah Masih Mahal usai Lebaran

Minggu, 29 Maret 2026 - 02:05:00 WIB
Mendag Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Merah Masih Mahal usai Lebaran
Mendag Budi Santoso menyebut lonjakan harga cabai rawit merah dipicu oleh faktor cuaca yang menghambat proses panen di tingkat petani. (Foto: Ilustrasi/Dok. IMG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengungkap penyebab masih tingginya harga cabai rawit merah yang kini menembus Rp100.000 per kilogram (kg) usai Lebaran 2026. Kenaikan komoditas tersebut diketahui usai dirinya melakukan melakukan inspeksi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Pasar Minggu, Sabtu (28/3/2026).

Budi menyebut, lonjakan harga cabai rawit merah dipicu oleh faktor cuaca yang menghambat proses panen di tingkat petani.

“Ya, jadi problemnya kan kami sudah komunikasi dengan asosiasi petaninya. Problemnya memang cuaca, jadi salah satunya memanennya itu kan tidak bisa terus, artinya ketika hujan berhari-hari kan berarti nggak bisa memanen. Itu memang yang cabai, cabai rawit merah,” ujar Budi kepada wartawan.

Dia menambahkan, kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Sementara, komoditas cabai lainya relatif stabil atau masih di bawah harga eceran tertinggi (HET).

“Tapi yang lain nggak ada masalah. Tadi kalau lihat cabai yang panjang keriting itu kan di bawah HET. Itu kan HET-nya 55, tapi tadi dijual 50. Jadi masih normal, masih bagus ya. Sebenarnya nggak ada masalah, itu memang yang cabai rawit merahnya,” tuturnya.

Selain faktor cuaca, Budi juga menyebut aktivitas pasar yang belum sepenuhnya pulih setelah Lebaran turut memengaruhi harga. Dia mengungkapkan, baru sekitar 50 persen pedagang yang kembali berjualan lagi di pasar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut