Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemarau Panjang Melanda, Ratusan Warga Tenjo Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan
Advertisement . Scroll to see content

Mendatangi Markaz Syariah Habib Rizieq di Bogor, Tak Sembarang Orang Boleh Masuk

Jumat, 13 November 2020 - 06:30:00 WIB
Mendatangi Markaz Syariah Habib Rizieq di Bogor, Tak Sembarang Orang Boleh Masuk
Gerbang masuk menuju Pesantren Agrokultural Markaz Syariah milik Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/11/2020). (Foto: Okezone/Putra Ramadhani A).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Setelah tiga hari berdiam di rumah, Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akan memulai aktivitas publiknya lagi, Jumat (13/11/2020) hari ini. HRS berencana pergi ke Tebet, Jakarta Selatan dan Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Sebagaimana agenda yang pernah dilontarkannya sebelum pulang ke Indonesia, HRS akan mengikut acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf.

"Insyaallah pada hari Jumat subuh tanggal 13 November tahun 2020, saya dan kawan-kawan akan ikut melaksanakan salat Subuh dan menghadiri acara maulid Nab Muhammad shalallahu alaihi wasalam,” kata HRS dalam tayangan video yang disiarkan akun Youtube Front TV, Rabu (4/11/2020).

Dari Tebet, pendakwah kelahiran Jakarta itu akan mendatangi pondok pesantren yang didirikannya di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lembaga pendidikan agama tersebut dikenal sebagai Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah.

Untuk diketahui, tak sembarang orang dapat masuk ke dalam pesantren tersebut. Hanya mereka yang mendapatkan izin boleh memasuki pesantren yang berlokasi jauh dari keramaian tersebut.

Untuk menuju ke sana, dari Simpang Gadog perjalanan masih berlanjut memasuki area perkampungan warga dari Simpang Pasir Muncang atau biasa digunakan sebagai jalan alternatif Puncak.

Sekitar 3 kilometer pertama, kondisi jalan masih cukup bersahabat dengan kontur jalan yang landai. Namun semakin ke dalam, jalanan mulai merayap melalui tikungan tajam serta tanjakan dan turunan yang sangat terjal dengan jurang di sisi kanan kiri.

Mendekati area pondok pesantren tepatnya di persimpangan menuju Taman Safari jalan kembali melandai, namun lebih sempit dari sebelumnya. Di jalan ini, hanya terlihat beberapa rumah penduduk dan sesekali melintasi area perkebunan yang sepi.

Sekitar 20 menit dari persimpangan tersebut tiba lah di pintu masuk Pesantren Agrokultural. Terlihat sebuah pos penjagaan yang cukup besar bertuliskan 'Tamu Wajib Lapor'.

Tak jauh dari pos terdapat papan penunjuk jalan bahwa lokasi ponpes masih berjarak sekitar 3 kilometer dari pintu masuk.

Di lokasi tersebut, terdapat beberapa santri yang sedang melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan HRS pada hari ini. Mereka melarang masuk tamu yang datang tanpa seizin pengurus.

"Maaf gak bisa (masuk). Pengurusnya gak ada, lagian jalannya juga lagi dicor," ucap salah satu santri di pintu masuk ponpes, Kamis (12/11/2020).

Sementara itu, salah satu warga sekitar yang menyebutkan bahwa penjagaan di ponpes tersebut memang cukup ketat. Tidak sembarang orang dapat secara bebas keluar masuk pondok pesantren.

Sekadar informasi, ponpes ini didirikan oleh Habib Rizieq sembilan tahun lalu. Awalnya, pendakwah asal Petamburan, Jakarta Pusat itu benar-benar terkejut dengan kuatnya pandangan anti-islam (islamophobia) yang tak hanya melanda kalangan non-muslim, namun juga umat Islam.

Dari situasi itu dia mendirikan pesantren ini sebagai benteng akidah ahlussunnah wal jamaah dan bercita-cita menghidupkan Islam yang benar-benar rahmat bagi alam. Spanduk menyambut Habib Rizieq bertaburan di Kabupaten Bogor.

Namun, tak banyak santri yang menimba ilmu di pesantren dengan luas sekitar 2-3 hektare ini karena pesantren belum membuka penerimaan secara luas.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut