Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tangis Ibu Santri Korban Pembakaran di Lombok Pecah saat Mengadu ke Komisi III DPR
Advertisement . Scroll to see content

MUI Kritik Kekerasan di Ponpes Terus Terulang, Sebut Bertentangan dengan Pendidikan Islam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:15:00 WIB
MUI Kritik Kekerasan di Ponpes Terus Terulang, Sebut Bertentangan dengan Pendidikan Islam
Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Digital KH Masduki Baidlowi (dok. MUI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Informasi dan Komunikasi Digital KH Masduki Baidlowi, mengingatkan segala bentuk kekerasan terhadap santri bertentangan dengan filosofi dasar pendidikan Islam yang mengedepankan pengasuhan dan keteladanan. Hal itu disampaikan menanggapi kasus kekerasan terhadap santri di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Kiai Masduki mengatakan, sistem pendidikan Islam yang diwariskan Rasulullah SAW bertumpu pada nilai uswah hasanah atau keteladanan. Karena itu, guru, kiai, maupun pendidik dituntut menjadi teladan dalam membimbing peserta didik.

Dia menjelaskan, sesuai ajaran Islam sebagaimana yang disabdakan, dilakukan dan diikrarkan Rasulullah SAW, sistem pendidikannya adalah sistem pengasuhan. Basis utamanya adalah uswah yaitu contoh yang baik.

“Seorang guru, seorang kiai, siapa pun itu orientasinya harus memberikan keteladanan," ujar Masduki dalam keterangannya, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Menurut Masduki, pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter umat Islam di Indonesia. Keberhasilan pesantren dalam melahirkan generasi yang berakhlak dan menyebarkan Islam yang moderat tidak lepas dari tradisi keteladanan yang diwariskan para ulama.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut