Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penumpang Penerbangan Domestik Anjlok saat Nataru, Minat ke Luar Negeri Justru Meningkat
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Pesawat Cureng, Ikut Operasi Tumpas PKI di Madiun

Sabtu, 19 Februari 2022 - 07:05:00 WIB
Mengenal Pesawat Cureng, Ikut Operasi Tumpas PKI di Madiun
Pesawat Cureng (Foto : TNI AU)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia sesudah kemerdekaan belum memiliki alutsista yang memadai. Tentara Angkatan Udara saat itu, menggunakan pesawat peninggalan Jepang untuk membantu pengamanan wilayah udara.

Salah satunya yakni pesawat Cureng. Dilansir dari situs resmi TNI AU, Sabtu (19/2/2022), Cureng merupakan nama lokal Indonesia, dalam bahasa Jepang  pesawat buatan pabrik Nippon Hikoki KK tahun 1933 ini dikenal dengan sebutan Yokusuka K5Y (Shinsitei). 

Sejak berlangsungnya perang Cina-Jepang sampai tahun berakhirnya perang Pasifik telah diproduksi sebanyak 5.591 buah pesawat. Beberapa buah di antaranya digunakan untuk pasukan penyerang kamikaze meskipun sebenarnya pesawat ini dibuat untuk pesawat latih lanjut.

Pesawat Cureng  tergolong pesawat kecil bermesin tunggal bersayap dua (atas dan bawah) yang dilapisi kain dengan  dua tempat duduk (depan belakang). Kokpit  tanpa kanopi penutup atas sehingga bagian kepala dan dada penerbang kelihatan jelas dari luar.   

Menggunakan motor radial dingin angin Teppo dengan kekuatan 350 dayakuda, pesawat ini memiliki kecepatan jelajah 157 km/h dan  kecepatan mendarat 92,6 km/h.  Pencapai terbang sejauh 708 km dengan  batas ketinggian praktis 4000 m dengan lama terbang 4½ jam.

Cureng ini merupakan pesawat peninggalan Jepang yang paling banyak dibandingkan dengan pesawat lainnnya.   Di Indonesia pesawat cureng ini ditemukan hanya di Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta sebanyak 50 buah.  

Untuk memastikan kondisi pesawat tersebut atas perintah Suryadi Suryadarma, didatangkan teknisi dari Pangkalan Udara Andir Bandung.  Di Pangkalan Udara Maguwo waktu itu tidak ada teknisi pesawat.  Dua orang dari beberapa teknisi dari Bandung tersebut  adalah Basir Surya dan Tjarmadi.

Test flight dilakukan tanggal 27 Oktober 1945 pukul 10.00 selama 30 menit oleh Agustinus Adisucipto yang didampingi oleh Rudjito.  Dipilihnya Agustinus Adisucipto untuk test flight ini karena ia mempunyai wing penerbang yaitu Groot Militaire  Brevet.   

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut