Mengenal Vent-I, Ventilator Buatan ITB yang Lolos Uji Kemenkes

Rizki Maulana ยท Rabu, 22 April 2020 - 22:46:00 WIB
Mengenal Vent-I, Ventilator Buatan ITB yang Lolos Uji Kemenkes
Tim Riset dan Development menunjukkan penggunaan ventilator Vent-I di Salman ITB, Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/4/2020). (Foto: Antara/Novrian Arbi).

BANDUNG, iNews.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan ventilator portable CPAP untuk membantu penanganan pasien virus corona atau Covid-19. Setelah melalui proses uji produk menyeluruh oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan, alat yang dinamai Vent-I ini dinyatakan lolos uji pada 21 April 2020.

Ventilator Vent-I dikembangkan oleh ITB bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan YPM Salman. Produk ini dinyatakan lolos uji untuk semua kriteria uji sesuai dengan standard SNI IEC 60601-1:204: Persyaratan Umum Keselamatan Dasar dan Kinerja Esensial dan Rapidly Manufactured CPAP Systems, Document CPAP 001, Specification, MHRA, 2020.

ITB menyatakan, pengembangan ventilator ini diinisiasi oleh Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) dari Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan ITB Syarif Hidayat didukung beberapa dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD). Selain itu, turut terlibat dalam pengembangan alat ini mahasiswa Desain Produk, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD).

“Vent-I merupakan alat bantu pernapasan bagi pasien yang masih dapat bernapas sendiri (jika pasien Covid-19 pada gejala klinis tahap 2), bukan diperuntukkan bagi pasien ICU,” bunyi siaran pers ITB, dikutip Rabu (22/4/2020).

Vent-I dapat digunakan dengan mudah oleh tenaga medis. Alat tersebut memiliki fungsi utama yaitu Continuous Positive Airway Pressure atau CPAP. Dengan lolosnya uji produk ini, Vent-I dinyatakan aman digunakan sebagai ventilator non-invasive untuk membantu pasien Covid-19.

Vent-I dapat segera diproduksi untuk keperluan sosial, dimana Vent-I akan dibagikan secara gratis kepada rumah sakit yang membutuhkan.

“Untuk kebutuhan sosial ini, Vent-I akan diproduksi sekitar 300-500 sesuai dengan jumlah donasi yang masuk ke Rumah Amal Salman. Produksi tahap pertama dimulai begitu lolos uji pada tanggal 21 April kemarin, dan akan diproduksi melalui kerjasama dengan PT DI,” ujar anggota tim komunikasi publik Vent-I, Hari Tjahjono, dalam laman resmi ITB, dikutip, Rabu (22/4/2020).

Menurut dia, Vent-I akan digunakan pada pasien sesuai indikasi medis. Adapun pemakaiannya akan dikawal oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) di rumah sakit yang telah ditunjuk.

“Sedangkan untuk keperluan komersial yang melibatkan transaksi jual beli, surat izin edar saat ini masih dalam proses pengurusan yang diharapkan akan segera siap dalam beberapa hari ke depan. Kegiatan ini akan dikelola oleh PT Rekacipta Inovasi ITB,” ujar Hari.

Editor : Zen Teguh

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda