Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keterwakilan Anak Muda di Parlemen Merosot, Parpol Buka Ruang Lebih Luas bagi Milenial dan Gen Z
Advertisement . Scroll to see content

Mengimajinasikan Indonesia

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:41:00 WIB
Mengimajinasikan Indonesia
Agus Taufiq, Politisi Muda dan Inisiator @KebijakanKita (Foto: Dok Pribadi)
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia butuh banyak orang muda berkualitas untuk masuk ke politik. Kita rindu Indonesia diisi oleh pemuda berintegritas seperti Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Sjahrir, Natsir muda, para pendiri bangsa yang masa mudanya dihabiskan untuk mendiskusikan bentuk Indonesia impian yang ingin diciptakan. 

Muda bukan hanya tentang usia, tapi juga keberpihakan pada kebaruan dan kemajuan. Muda adalah tentang keberanian mendobrak cara-cara berdemokrasi berbiaya tinggi yang jadi hulunya praktik korupsi. Jadi percuma usia muda, jika cara politiknya dengan gaya-gaya lama orang tua, transaksional, miskin inovasi dan minim substansi.

Kita rindu para pemimpin muda yang idealisme dan keputusan politiknya murni tanpa didasari kepentingan politik dinasti dan oligarki.

Kita bersiap menyambut bonus demografi 2030 dan Indonesia Emas, tapi sudahkah orang muda diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengimajinasikan narasi tentang Indonesia masa depan?

Hari ini, orang muda di partai politik hanya jadi asesoris, pemanis kampanye untuk menjadi vote getter. Sebatas perwajahan agar partai dianggap muda. Orang muda tak boleh lagi dibatasi hanya urusan mengelola media sosial, mendesain poster, atau menjadi event organizer (EO) di partai. Sayang sekali jika substansi kebijakan politik partai hingga struktur ekonomi politik masih diatur oleh dewan pembina yang notabene masih "pemain lama".

Orang muda harus kita dukung untuk menempati posisi-posisi strategis di partai politik maupun kebijakan publik, masuk pada pembahasan-pembahasan substansial yang butuh imajinasi, narasi, dan ide segar yang cemerlang.

Mari mulai adil dari dalam pikiran. Sistem meritokrasi harus kita ciptakan dalam politik, menilai setiap orang dari kompetensi dan kapabilitas, bukan lagi kemampuan finansial atau usia kesenioran dalam urut kacang politik maupun tangga kepemimpinan.

Pada 2029 nanti, mayoritas pemilih adalah orang muda. Oleh karenanya, Indonesia butuh imajinasi orang-orang muda untuk melukis masa depan bangsa. Ini saatnya yang muda yang bersuara. Ini waktunya orang-orang muda berkarya, tampil ke depan panggung utama, lalu berkata: ini saatnya kita mengimajinasikan Indonesia!

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut