Menhan Ungkap Alasan Pentingnya Hubungan Diplomatik RI dengan Turki
Selain itu, kedua Menhan juga sepakat soal Draft Defence Cooperation Agreement.
Saat ini, antara Kemenhan RI dan Kemenhan Nasional Turki sedang membahas penyusunan DCA (Defence Cooperation Agreement) sebagai payung hukum bagi kerja sama pertahanan secara komprehensif. "Indonesia berharap, hal ini menjadi awal yang baik bagi kedua pihak. Dengan kerja sama dan komunikasi kedua pihak, semoga dalam waktu dekat dapat ditandatangani," kata Ryamizard.
Kerja Sama Berbagai Bidang
Dalam lawatan ini, Ryamizard juga bertemu dengan President of Defence Industries Turki Prof Dr Ismail Demil. Organisasi yang dipimpin Ismail serupa dengan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), organisasi yang berada langsung di bawah presiden yang menangani industri pertahanan.
Kepada Ismail, Menhan Ryamizard berharap dapat dibangun kolaborasi antara industri pertahanan Indonesia dengan industri pertahanan Turki. Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Turki semakin diperkuat dengan adanya kunjungan Kepala Negara/Presiden RI Joko Widodo ke Ankara pada bulan Juli 2017.
Selain agreement di bidang ekonomi dan perdagangan, juga disepakati untuk meningkatkan kerja sama pengembangan bidang kedirgantaraan dan komunikasi. Forum Bilateral Industri pertahanan Indonesia mengapresiasi The Defence Industry Cooperation Meeting (DICM) yang telah berlangsung sejak tahun 2011.

Keberhasilan forum tersebut menjadi tanda semakin erat hubungan kerja sama pertahanan antara RI dan Republik Turki. Terkait dengan kerja sama industri persenjataan dan pertahanan, Indonesia mengapresiasi komitmen kuat Menhan Turki dalam mendukung kerja sama bidang industri pertahanan, baik yang dilakukan dalam kerangka Government to Government maupun business to business.