JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator (Menko) Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sedang menggodok kebijakan work from home (WFH) satu hari per pekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan swasta. Kebijakan itu akan ditetapkan akhir Maret 2026.
"Pokoknya akan ditetapkan bulan ini," kata Airlangga usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Trump Tunda Serangan AS terhadap Jaringan Listrik Iran hingga 6 April di Tengah Perundingan
Namun, Airlangga belum mengumumkan kapan pemberlakukan WFH 1 hari resmi diterapkan.
Menurutnya, pemerintah masih memiliki beberapa hari sebelum kebijakan WFH diumumkan ke publik.
Purbaya Yakin WFH 1 Hari Tak Ganggu Produktivitas, Sebut Jumat Paling Ideal
"Bulan ini tinggal berapa hari kan, ya jadi masih ada waktu," kata Airlangga.
Diketahui, pemerintah tengah mengkaji sejumlah langkah untuk menghemat anggaran menyusul perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
WFH 1 Hari per Minggu Segera Diumumkan, Ini Bocoran dari Airlangga
Opsi penghematan yang direncanakan salah satunya work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan itu bertujuan untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Aturan Kerja WFH ASN Karawang Segera Diterapkan, Ini Skemanya
Diketahui, kebijakan WFH bagi ASN dan pekerja swasta selama satu hari dalam sepekan telah disetujui semua menteri dan tinggal menunggu arahan Prabowo.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan kebijakan WFH ini berlaku untuk bidang tertentu yang memungkinkan kerja jarak jauh.
Anggota DPR Usul WFH Diterapkan Tiap Rabu: Kalau Jumat Jadi Libur Panjang
"Perlu saya luruskan bahwa berlakunya nanti untuk sektor-sektor tertentu. Supaya tidak disalahpahami, misalnya sektor pelayanan, industri, perdagangan tentu mungkin tidak menjadi bagian dari kebijakan tersebut," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (21/6/2026).
Menurut Prasetyo, rencana tersebut merupakan arahan Prabowo dalam sidang kabinet paripurna sebagai upaya mendorong efisiensi di lingkungan kerja, termasuk di sektor pemerintahan.
Dia mengatakan bahwa kebijakan terkait WFH satu hari dalam sepekan masih dirumuskan. "Sedang kita godok untuk kita finalkan dan sesegera mungkin akan kita sampaikan kepada masyarakat," paparnya.
Editor: Rizky Agustian