Menko Polhukam Mahfud MD Sebut New Normal Masih Wacana

Antara ยท Selasa, 26 Mei 2020 - 21:35 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD Sebut New Normal Masih Wacana

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. (Foto: BNPB).

SOLO, iNews.id - New normal belakangan ini begitu mengemuka di tengah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19) yang hingga kini belum diketahui kapan akan berkahir. New Normal itu merujuk kehidupan normal yang baru di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyatakan new normal atau kenormalan yang baru dalam menghadapi pandemi Covid-19 masih sebatas wacana. "Mengenai membuat kenormalan yang baru ini, karena sesuatu yang tidak bisa dihindari," katanya.

Hal itu disampaikan Mahfud pada kegiatan halal bihalal dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta secara daring di Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2020). Pada masa pandemi Covid-19 ini, menurut dia, juga tidak bisa dihadapi dengan cara mengurung diri.

Masyarakat, Mahfud memaparkan, mau tidak mau harus menyesuaikan dengan keadaan yang ada namun tetap harus menjaga diri. "'Lockdown' itu sebetulnya bagus, namun demikian dalam kondisi seperti ini justru yang membunuh itu kalau di-'lockdown'," ujarnya.

Meski mewaspadai, Mahfud meminta masyarakat untuk tidak takut secara berlebihan dalam mengahadapi pandemi Covid-19. Apalagi, Covid-19 bukan merupakan pembunuh utama di Indonesia.

"Saya ada data, dari awal Januari hingga akhir April, tepatnya selama 131 hari jumlah rata-rata korban meninggal akibat Covid-19 di Indonesia sebanyak 17 orang/hari. Kalau akibat kecelakaan ternyata sembilan kali lebih banyak dan yang meninggal akibat Aids berkali-kali lebih banyak," tuturnya.

Mahfud menampik tudingan sejumlah pihak jika pemerintah terkesan tidak serius dalam mengantisipasi masuknya Covid-19 di Indonesia, Pemerintah, dia mengklaim, sudah banyak melakukan upaya pencegahan yang dilakukan.

"Ada pihak yang mengatakan bahwa pemerintah main-main, padahal awal-awal Corona pemerintah sudah mengantisipasi lama. Corona itu muncul pertama pada akhir Desember 2019 dan Wuhan mulai di-'lockdown' pada tanggal 23 Januari," katanya.

Selanjutnya, pada 28 Januari 2020 pemerintah mulai menutup penerbangan Jakarta-Beijing. Bahkan pemerintah juga menjemput WNI yang saat itu masih ada di Wuhan.

"Pada 6 Februari saya dengan Pak Terawan (Menteri Kesehatan) berkomunikasi tentang membuat rumah sakit khusus Covid-19. Selanjutnya pada 2 Maret baru ada temuan awal," katanya.

Mahfud mengaku, Indonesia merupakan negara terakhir di Asia Tenggara yang dimasuki virus tersebut. Dia mengatakan itu menandakan pemerintah serius menghadapi pandemi Covid-19. 

"Menghadapi hal ini saya minta kepada masyarakat agar jangan terlalu mengentengkan tetapi juga jangan takut betul. Mau tidak mau kita harus terbiasa menghadapi itu," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad