Menlu Retno: WNI Sandera Abu Sayyaf Meninggal saat Terjadi Kontak Senjata

Nur Ichsan ยท Rabu, 30 September 2020 - 23:59 WIB
Menlu Retno: WNI Sandera Abu Sayyaf Meninggal saat Terjadi Kontak Senjata

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Antara)

JAKARTA, iNews.id - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan meninggal dunia tertembak kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, WNI itu berinisial LB asal Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Saya ingin menyampaikan duka yang baru kita terima dari Filipina. Satu sandera WNI dengan inisial LB diinformasikan meninggal dunia," kata Retno saat jumpa pers, Rabu (30/9/2020).

Retno menambahkan, LB tewas meninggal dunia saat terjadi bentrokan antara kelompok Abu Sayyaf dan militer Filipina pada pukul 08.00 waktu setempat.

"Korban meninggal setelah terjadi kontak senjata antara aparat keamanan Filipina, Joint Task Force Sulu dan 45th Batalyon Infantry dengan kelompok Abu Sayyaf di Kota Patikul, Provinsi Sulu," kata dia.

Retno mengatakan, jenazah diterbangkan dari Patikul menuju funeral house di Zamboanga dengan menggunakan pesawat militer Filipina.

Lebih lanjut Retno mengatakan, dokumentasi dan kelengkapan kematian lainnya sedang diproses oleh pihak Filipina. Retno juga telah melaporkan kematian LB ke keluarganya di Buton, Sultra

"Atas nama pemerintah, saya mengucapkan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas meninggalnya WNI tersebut," katanya.

Sebelumnya kelompok Abu Sayyaf menculik lima nelayan asal Sulawesi Tenggara pada Januari 2020. Mereka diculik oleh kelompok pemberontak itu di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Selain LB keempat korban lainnya, yakni Arsyad Dahlan (41), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29).

Empat korban tersebut merupakan warga Kabupaten Wakatobi yang bekerja di perusahaan perikanan di wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto