Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan Amran Perkuat Peternak Ayam Rakyat, dari Bantuan Jagung hingga Pengawasan Integrator
Advertisement . Scroll to see content

Mentan Amran Beri Peringatan kepada Pengusaha: Jangan Permainkan Harga Pangan!

Minggu, 08 November 2026 - 22:36:00 WIB
Mentan Amran Beri Peringatan kepada Pengusaha: Jangan Permainkan Harga Pangan!
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperingatkan mafia pangan agar berhenti mempermainkan hajat hidup masyarakat. (Foto:Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memperingatkan pengusaha dan mafia pangan agar menghentikan praktik kecurangan yang merugikan masyarakat. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat 217 laporan dugaan kejahatan pangan dalam dua pekan terakhir, mulai dari pengoplosan beras hingga penyelewengan pupuk.

Mentan Amran menegaskan, pemerintah akan terus memburu pelaku kejahatan pangan untuk menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pokok. Dia menyoroti sejumlah praktik kecurangan yang belakangan semakin banyak ditemukan, termasuk masalah fortifikasi, pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta permainan distribusi pupuk.

"Ada yang main-main, ada fortifikasi, ada Oplos SPHP, macam-macam. Kelihatan ini semakin hari semakin menjadi-jadi," kata Amran dalam keterangan resminya, Minggu (8/11/2026).

Dia secara khusus meminta para pelaku usaha di seluruh Indonesia tidak memanipulasi komoditas pangan. Menurutnya, praktik tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan hidup masyarakat.

"Tolong kepada saudaraku pengusaha seluruh Indonesia, tolong berhentilah mempermainkan pangan karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak," katanya.

217 Laporan Kejahatan Pangan Masuk dalam Dua Pekan

Kementan mencatat sebanyak 217 laporan dugaan kejahatan pangan diterima dari masyarakat selama dua pekan terakhir. Dari jumlah tersebut, 74 laporan berkaitan dengan komoditas beras.

Penanganan laporan beras telah menghasilkan pengungkapan delapan kasus dengan 13 tersangka dan melibatkan 15 merek beras. Selain itu, terdapat 64 laporan yang berkaitan dengan dugaan penyelewengan di sektor pupuk.

Amran menyebut penindakan bersama aparat penegak hukum telah menyasar berbagai bentuk pelanggaran. Modus yang ditemukan antara lain manipulasi harga dan fortifikasi beras, pengoplosan beras SPHP, permainan harga pupuk, kasus cetak sawah, hingga penyelewengan alat dan mesin pertanian (alsintan).

"Kami sekarang lacak seluruh Indonesia," kata Amran.

Dia memastikan pengusutan tidak akan berhenti pada kasus-kasus yang telah terungkap. Amran juga meminta pedagang yang menjual bahan pangan di atas harga eceran tertinggi (HET) agar segera menurunkan harga.

"Kita terus, kita kejar terus, kita tidak boleh berhenti, juga yang menjual di atas HET, kami minta turunkan harga," ucapnya.

Identitas Pelapor Dijamin Rahasia

Untuk memperkuat pengawasan, Amran mengajak masyarakat melaporkan praktik kecurangan di sektor pangan. Dia berjanji memberikan perlindungan kepada warga yang menyampaikan informasi kepada pemerintah.

"Yang melapor, terima kasih kontribusinya pada negara. Anda akan saya lindungi dan namanya tidak akan kami munculkan," kata Amran.

Amran menargetkan penindakan yang konsisten dapat membersihkan sektor pangan Indonesia dari praktik mafia. Dia secara khusus menyoroti komoditas beras yang menjadi salah satu sektor dengan banyak laporan dugaan pelanggaran.

"Kemungkinan bertambah lagi ke depan. Mafia Indonesia harus bebas mafia beras khususnya pangan. Pangan khususnya beras," ujar Amran.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut