Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mentan bakal Tambah Anggaran Pertanian buat Papua, Buka Sawah Baru hingga Kirim Traktor
Advertisement . Scroll to see content

Mentan bakal Tindak Tegas Perusahaan yang Sengaja Tekan Harga TBS Sawit

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:42:00 WIB
Mentan bakal Tindak Tegas Perusahaan yang Sengaja Tekan Harga TBS Sawit
Mentan Amran Sulaiman saat menyambangi Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7/2026). (Foto: Dok. Kementan)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah akan menindak tegas perusahaan yang sengaja menekan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Hal ini perlu dilakukan untuk melindungi kesejahteraan sekitar 15 juta petani sawit.

Amran mengatakan, harga TBS sawit dunia saat ini mencapai sekitar Rp27.000 per kilogram (kg), yang seharusnya dapat dinikmati para petani. Namun, harga TBS di Indonesia sempat berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg, meski nilai tukar dolar AS menguat.

"Kalau ada perusahaan yang tidak menaikkan harga dan menyakiti petani, bila perlu kita tutup perusahaannya. Ini menyangkut kehidupan sekitar 15 juta petani sawit di seluruh Indonesia,” kata Amran saat berdialog dengan petani dan pemerintah daerah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh dikutip, Rabu (15/7/2026).

Amran mengklaim langkah penguatan pengawasan yang dilakukan pemerintah mulai membuahkan hasil. Setelah pemerintah mengumumkan pengetatan pengawasan terhadap harga sawit, harga TBS berangsur pulih. 

Meski demikian, dia mengingatkan masih ada pihak yang mencoba kembali menekan harga.

“Alhamdulillah, setelah kita umumkan langkah pemerintah, harga langsung bergerak naik dan sekarang sudah mulai pulih. Tetapi saya ingatkan, masih ada yang coba-coba menurunkan harga lagi. Kalau ada, Satgas akan menindak tegas,” tuturnya.

Dia menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan praktik tata niaga yang merugikan petani terus berlangsung. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan petani sebagai pelaku utama produksi pangan dan perkebunan.

“Kalau mau negara berhasil, jangan sakiti rakyat. Temani rakyat, dorong rakyat untuk berproduksi. Itu tugas kita,” ucapnya.

Lebih lanjut, Amran mengatakan, sawit merupakan salah satu komoditas strategis nasional dengan nilai ekspor yang sangat besar. Karena itu, pemerintah terus melakukan pembenahan tata niaga agar nilai tambah komoditas dapat dinikmati lebih besar oleh petani sekaligus meningkatkan devisa negara.

“Kalau seluruh potensi sawit bisa dioptimalkan dan harga petani terjaga, nilai ekspor Indonesia akan meningkat signifikan. Karena itu pemerintah akan terus hadir memastikan petani memperoleh harga yang adil,” tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut