Menteri Terbaik Jokowi: Dulu Susi Pudjiastuti, Kini Prabowo

Felldy Utama, Fiki Juliadi ยท Senin, 17 Februari 2020 - 08:00 WIB
Menteri Terbaik Jokowi: Dulu Susi Pudjiastuti, Kini Prabowo

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (Foto: Antara; IG Prabowo).

JAKARTA, iNews.id – Survei nasional lembaga Indo Barometer menempatkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai menteri paling dikenal publik. Prabowo sekaligus menjadi menteri berkinerja paling baik.

Dalam survei bertajuk “Evaluasi Publik dan Isu-Isu Nasional dalam 100 Hari Kerja Jokowi-Amin” itu, Prabowo menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju terpopuler dengan angka 18,4 persen. Mantan Danjen Kopassus ini mengungguli Menkeu Sri Mulyani Indrawati (10,6 persen) dan Menteri BUMN Erick Thohir (8,2 persen).

“Responden diberikan pertanyaan terbuka, sebutkan menteri yang bapak/ibu/saudara ketahui atau pernah mendengar namanya. Suara terbanyak Prabowo Subianto,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, Minggu (16/2/2020).

Dari sisi keterkenalan ini, Prabowo menggantikan Susi Pudjiastuti yang pada periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat menteri kelautan dan perikanan. Survei Indo Barometer pada 15-25 Maret 2015 menunjukkan Susi merupakan menteri paling dikenal publik.

Pada posisi tiga besar ketika itu yakni Susi (32,1 persen), Menko PMK Puan Maharani (9,6 persen) dan Mendikbud Anies Baswedan (6,5 persen). Responden yang menjawab tidak atau atau tidak menjawab sebesar 24,1 persen.

Selain populer, Prabowo juga menjadi menteri berkinerja terbaik dalam survei teranyar Indo Barometer ini. Prabowo (26,8 persen) berada di atas Menkeu Sri Mulyani (13,9 persen) dan Erick Thohir (12, persen).

Flashback ke masa Kabinet Kerja, lagi-lagi Prabowo menggantikan posisi Susi. Dalam survei 2015 tersebut, Susi juga dianggap sebagai menteri dengan kinerja paling kinclong (24,1 persen). Di bawahnya terdapat Anies Baswedan (3,9 persen) dan Puan Maharani (3,4 persen).

Qodari menuturkan, sejumlah alasan responden dalam menilai seorang menteri bekerja bagus yakni hasil kerjanya sudah terlihat (19,5 persen), sosok tegas (18,0 persen), dan sudah berpengalaman (16,0 persen).

“Selain itu, cocok seusai keahliannya sebesar 8,7 persen, orangnya berani 8,6 persen dan pintar/intelektual 5,9 persen,”ucapnya.

Survei Indo Barometer digelar pada 5-19 Januari 2020 dengan melibatkan 1.200 responden. Pelaksanaan survei di seluruh Indonesia yang meliputi 34 provinsi. Margin of error plus minus 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Metode pengumpulan sampel menggunakan multistage random sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.


Editor : Zen Teguh