Merasa Dirugikan soal Isu Korupsi, Asabri Tak Segan-Segan Tempuh Jalur Hukum

Riezky Maulana ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 12:58 WIB
Merasa Dirugikan soal Isu Korupsi, Asabri Tak Segan-Segan Tempuh Jalur Hukum

Logo Asabri. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT Asabri (Persero) memastikan uang nasabah yang mereka kelola dalam kondisi aman. Pimpinan perusahaan pelat merah itu pun menegaskan, tidak ada uang nasabah Asabri yang dikorupsi seperti yang beredar belakangan ini.

Direktur Utama PT Asabri, Sonny Widjaja mengatakan, siapa saja yang hendak berbicara ke publik, seharusnya mencantumkan data dalam ucapannya. Tanpa data, sebuah ucapan dapat menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kepada pihak-pihak yang ingin berbicara tentang Asabri harap menggunakan data dan fakta yang terverifikasi. Hentikan pendapat yang cenderung tendesius dan menjurus negatif. Akibatnya tentu kegaduhan,” kata Sonny Widjaja di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dia pun menilai berita-berita tentang isu korupsi di tubuh Asabri yang muncul beberapa waktu terakhir ini tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena itu, menurut Sonny, pihak Asabri tidak akan segan-segan menempuh jalur hukum jika keadaan terus berlarut-larut.

PT Asabri dilaporkan tengah menghadapi kasus dugaan korupsi akibat salah investasi. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, pun meminta kasus itu diusut tuntas. Menurut informasi yang didapat Mahfud, dugaan korupsi itu bernilai triliunan rupiah.

“Ya, saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya (PT Asuransi Jiwasraya), di atas Rp10 triliun,” kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Kendati diterpa isu dugaan korupsi, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan kondisi arus kas (cash flow) perseroan Asabri saat ini aman. “Likuditas Asabri dijamin aman karena cashflow asetnya semua masih bagus, beda dengan Jiwasraya yang sudah sangat ya begitu,” kata Erick di Jakarta, kemarin.

Menurut Erick, arus kas Asabri jauh lebih baik daripada Jiwasraya karena perusahaan rutin memperoleh dana yang dipotong dari gaji anggota TNI/Polri dan PNS Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri. Oleh karenanya, pembayaran klaim nasabah yang pensiun masih lancar.

“Jadi tidak ada isu cash flow berhenti apalagi buat para prajurit itu pasti dijamin,” ujar Erick.


Editor : Ahmad Islamy Jamil