Minta Status Tersangka Dicabut, Ini Alasan Ruslan Buton

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 13:39 WIB
Minta Status Tersangka Dicabut, Ini Alasan Ruslan Buton

Panglima serdadu eks Trimatra Nusantara Ruslan Buton ditangkap tim gabungan Mabes Polri dan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (28/5/2020). (Foto: iNews/Andi Ebha)

JAKARTA, iNews.id - Ruslan Buton mengajukan permohonan penangguhan penahanan terkait kasus surat terbuka agar Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatan Presiden. Permohonan penangguhan penahanan itu dilakukan lantaran penetapan status tersangka terhadap Ruslan dinilai prematur. 

Surat permohonan penangguhan penahanan Ruslan itu disampaikan kuasa hukum Rulsan, Tonin Tachta di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2020). Dia menyebut penetapan tersangka Ruslan tidak dibarengi dengan dua alat bukti yang kuat. 

"Cukup alasan tentang tidak sahnya penenetapan tersangka akibat aspek formil tidak adanya dua alat bukti yang sah yang dimiliki sesuai dengan laporan polisi," kata Tonin di PN Jaksel. 

Ruslan dilaporkan polisi oleh Aulia Fahmi dengan nomor polisi LP/B/0271/V/2020/Bareskrim dengan tuduhan tindak pidana penyebaran berita bohong (Hoax) UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 Ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15.

Sebelumnya, Ruslan juga telah melayangkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan praperadilan itu telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (2/6/2020) kemarin.

Dalam surat permohonan praperadilan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, setidaknya ada tujuh petitum yang dicantumkan. Ketujuh petitum itu, yakni:

Pertama, kuasa hukum Ruslan Buton meminta majelis hakim mengabulkan gugatan permohonan praperadilan seluruhnya;

Kedua, menyatakan termohon (dalam hal ini Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri) tidak memiliki dua alat bukti yang sah dalam penetapan status tersangka;

Ketiga, menyatakan tidak sah penetapan tersangka berdasarkan Laporan Polisi nomor LP/B/0271/V/2020/Bareskrim tanggal 22 Mei 2020 Selaku Pelapor Sdr. Aulia Fahmi;

Keempat, menyatakan batal SURAT KETETAPAN Nomor: S.Tap/73/V/2020/Dittipidsiber tanggal 26 Mei 2020  dengan Tersangka Ruslan alias Ruslan Buton;

Lima, melepaskan tersangka Ruslan alias Ruslan Buton dari penahanan;

Enam, menghentikan Perkara Pidana berdasarkan Laporan Polisi nomor LP/B/0271/V/2020/Bareskrim tanggal 22 Mei 2020 Selaku Pelapor Sdr. Aulia Fahmi;

Tujuh, merehabilitasi nama baik dan kedudukan Ruslan alias Ruslan Buton.

"Demikian permohonan praperadilan ini kami mohonkan untuk dikabulkan oleh Yang Mulia Hakim Tunggal," kata Tonin. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq