Moeldoko Ungkap Sulitnya Tumpas Kelompok Mujahidin Indonesia Timur

Fahreza Rizky ยท Selasa, 01 Desember 2020 - 21:45:00 WIB
Moeldoko Ungkap Sulitnya Tumpas Kelompok Mujahidin Indonesia Timur
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengungkap alasan sulitnya menumpas kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Sebab lokasi persembunyian kelompok tersebut sangat sulit.

Menurut Moeldoko, kelompok tersebut sangat kecil sehingga kerap membaur dengan masyarakat.

"Intinya bahwa saya tahu persis medan di sana, medannya gunungnya berlapis-lapis, itu sangat luas. Hutannya masih cukup lebat dan masyarakat itu tinggal cukup berjauhan sehingga untuk menjaga rasa aman mereka tidak mudah," ucapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Ketika dihadapkan dengan kondisi seperti itu, kata dia diperlukan kolaborasi yang baik antara TNI-Polri untuk menumpas habis kekuatan MIT pimpinan Ali Kalora.

"Karena apa? Karena memang masing-masing punya batas kemampuan untuk menghadapi situasi yang sangat variabel daerah operasi itu. Kalau kita gambarkan di sini mungkin kok susah amat sih gak bisa diberesin, tapi kalo teman-teman melihat medannya di sana yang gunungnya itu berlapis-lapis seperti itu memang tidak mudah, apalagi mereka dalam jumlah yang kecil. Dia bisa membaur dengan masyarakat," kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini mengatakan kelompok Ali Kalora mempunyai manuver yang cepat karena mereka sudah tahu daerah operasi. Hal inilah yang menambah sulit untuk meringkus militan tersebut.

Namun demikian, saat ini Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sudah menyiapkan pasukan khusus untuk menumpas mereka.

"Dia punya manuver yang cepat karena dia sudah tahu daerah operasi mereka sendiri itu juga salah satu kesulitan yang dihadapi pasukan yang diturunkan ke sana, tapi panglima sudah menyiapkan pasukan khusus untuk menghadapi itu," kata Moeldoko.

Saat dirinya masih menjabat Panglima TNI, Moeldoko pernah punya pengalaman sulitnya menumpas MIT. Kemudian dia lapor ke Presiden dan berkoordinasi dengan Kapolri yang saat itu dijabat oleh Jenderal Sutarman.

Editor : Faieq Hidayat