MSIN bakal Merger RCTI+ dan Vision+, Maksimalkan Operasional-Monetisasi
Angela menambahkan penyatuan ini diharapkan mampu memperbaiki alur perjalanan pengguna (user journey) agar menjadi lebih mulus. Dengan pengalaman pengguna yang lebih baik di dalam ekosistem OTT yang terintegrasi, potensi pertumbuhan bisnis pun diyakini akan meningkat.
MSIN Ungkap Rencana Secondary Listing di Luar Negeri, Harga Saham Melonjak!
“Tujuan kami adalah tadi untuk memaksimalkan operasional dan yang kedua adalah untuk memaksimalkan monetisasinya. Jadi dengan penggabungan ini harapan kami user journey-nya juga akan lebih baik, sehingga akan meningkatkan experience user di dalam OTT dan oleh karena itu juga akan meningkatkan potensi upselling dari penggabungan OTT RCTI+ dengan Vision+,” jelasnya.
Rencana merger ini dilakukan di tengah performa digital MSIN yang sedang tumbuh pesat. Perseroan mencatatkan jangkauan yang sangat luas melalui jaringan MCN dengan total lebih dari 1,5 miliar view per bulan di berbagai platform media sosial.
Arthur Tirta dan Rod Sutton Jadi Komisaris MSIN, Ini Profilnya
Traffic yang masif tersebut selama ini dikelola melalui tiga strategi monetisasi, salah satunya adalah menarik pengguna dari media sosial global ke platform milik sendiri (ecosystem monetization). Penyatuan RCTI+ dan Vision+ diharapkan akan memperkuat tujuan tersebut dan mempermudah konversi audiens menjadi pelanggan setia.
Didorong oleh fundamental yang kuat, MSIN membukukan laba bersih sebesar Rp985 miliar pada 2025, melonjak 140 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
MSIN Paparkan Alasan di Balik Rencana Listing di Bursa Internasional
Di sisi lain, perseroan juga tengah mempersiapkan proses secondary listing di bursa internasional guna memperluas basis investor global dan meningkatkan visibilitas perusahaan di kancah dunia.
Editor: Rizky Agustian