Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polri Pakai Cara Baru Tangani Karhutla di Kalsel, Apa Itu?
Advertisement . Scroll to see content

MUI Serukan Umat Islam Salat Istisqa, Minta Turun Hujan Atasi Kekeringan dan Karhutla

Jumat, 04 September 2026 - 15:43:00 WIB
MUI Serukan Umat Islam Salat Istisqa, Minta Turun Hujan Atasi Kekeringan dan Karhutla
Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis (dok. MUI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan umat Islam di Indonesia untuk menggelar salat Istisqa. Ibadah ini ditujukan untuk memohon diturunkannya hujan di tengah fenomena kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang sejumlah wilayah di Indonesia.

"Kemarau dan kekeringan melanda kita bahkan kebakaran karhutla masih terus terjadi, mari doakan mudah-mudahan segera turun hujan di Indonesia di tempat-tempat kemarau dan kebakaran. Bahkan kami mengajak umat untuk salat Istisqa (minta hujan)," ujar Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis dalam keterangannya, dikutip Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah SWT saat menghadapi musibah kekeringan yang berkepanjangan. 

Ibadah ini merupakan ikhtiar di samping usaha teknis dan fisik yang dilakukan oleh pemerintah serta petugas pemadam kebakaran di lapangan. Menurutnya, doa bersama bisa menjadi dorongan moral dan spiritual yang sangat penting.

"Berharap pengurus masjid, lembaga keagamaan, serta masyarakat luas di wilayah yang terdampak dapat segera mengoordinasikan pelaksanaan shalat Istisqa secara berjemaah," katanya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi puluhan titik panas (hotspot) baik di Kalimantan Barat (Kalbar) maupun Kalimantan Tengah (Kalteng). Bahkan, jumlah luas lahan yang terbakar lebih dari seribu hektare.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan, jumlah titik panas di Kalbar mencapai 46 hotspot. Sementara di Kalteng mencapai 72 titik hotspot.

"Titik api (Kalbar) 46 titik. Titik api (Kalteng) 72 titik," ujar Berton saat jumpa pers secara virtual, Kamis (3/9/2026).

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut