Mukernas MUI Keluarkan Rekomendasi Hadapi Pandemi, Hentikan Penerbangan dari China dan India
JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Rekomendasi tersebut merupakan hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I yang berlangsung Rabu-Kamis (25-26 Agustus 2021).
Salah satu rekomendasi tersebut mendorong pemerintah menghentikan penerbangan dari luar negeri yang dinilai sebagai negara asal virus korona, seperti China dan India. Selain itu pemerintah diminta memgawasi ketat para pendatang dari berbagai belahan dunia.
"Langkah itu dilakukan agar virus korona yang terus-menerus bermutasi tidak menular terhadap masyarakat Indonesia dan dapat dicegah sedini mungkin," ujar Sekjen MUI Amirsyah Tambunan di Jakarta, Kamis (26/8/2021).
Rekomendasi lainnya, yakni pemerintah mesti mengambil langkah yang tepat dan hati-hati serta terukur dalam mengatasi masalah wabah virus corona penyebab Covid-19 dan dampaknya.
Singgung Pejabat Beli Mobil Dinas Baru, Megawati : Mau Mejeng Apa Saking Belum Pernah Merasakan
MUI menilai masih tingginya angka penularan di sejumlah daerah disebabkan kurang disiplinnya penegakan protokol kesehatan oleh aparat pemerintah dan kesadaran masyarakat yang masih rendah, sehingga dikhawatirkan pandemi tidak kunjung berakhir.
"MUI melalui Mukernas pertama dengan tema, Penguatan Peran Ulama, Umara dan Umat dalam Menghadapi Masalah Bangsa' mengeluarkan rekomendasi terkait berbagai persoalan keumatan, kebangsaan dan kenegaraan," ucapnya.
Kemudian, pemerintah juga didorong untuk melakukan berbagai penelitian terhadap pertumbuhan dan perkembangan virus penyebab Covid-19 untuk memperjelas sumber asal virus korona sehingga akan mempercepat bentuk dan proses penanganannya.
"Mendorong pemerintah untuk mendukung segala upaya riset yang dilakukan oleh anak-anak bangsa untuk menemukan vaksin yang tepat dan cocok untuk semua kategori umur serta terjangkau, seperti yang dilakukan oleh peneliti vaksin merah putih dan vaksin nusantara tanpa ada perlakuan yang diskriminatif," ucapnya.
MUI meminta agar kesehatan dan keselamatan ulama diperhatikan. Ulama merupakan garda terdepan yang paling banyak berhadapan dengan umat dalam menghadapi masalah Covid-19 dan turut mengatasi dampaknya.
Menurutnya, MUI mendorong agar lebih menggencarkan cakupan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat untuk memberi perlindungan.
"Selain itu, vaksin diharapkan dapat memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah Covid-19," katanya.
Selain itu, lanjut dia MUI juga meminta pemerintah untuk mempersiapkan data korban akibat pandemi, termasuk angka anak-anak yang kemudian berstatus yatim/piatu karena ditinggal orang tuanya. Khusus anak-anak yang kehilangan orang tua di masa pandemi agar lebih diperhatikan untuk diberi pengayoman yang memadai.
Editor: Kurnia Illahi