Musim Kemarau, Ketua DPR Ingatkan Peningkatan Infrastruktur untuk Cegah Kekeringan
Untuk itu, Puan menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi persoalan air bersih dampak musim kemarau yang menyebabkan kekeringan. Dia mengingatkan kebijakan pemerintah berkaitan dengan air seharusnya berdasarkan kepentingan rakyat sesuai amanat konstitusi UUD 1945.
"Kalau antara pemerintah pusat dengan daerah dapat melakukan koordinasi dan kerja sama yang maksimal, maka upaya penanggulangan penyediaan air bersih dapat efektif," ujar Puan.
Di sisi lain, faktor kekeringan bukan satu-satunya penyebab masyarakat mengalami kesulitan air bersih. Seperti di Batam, Kepulauan Riau, di mana masyarakat kesulitan air bersih karena layanan yang tidak prima dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam.
Mantan Menko PMK itu meminta pemda memberikan pengawasan maksimal mengingat warga hanya bisa mendapat air bersih di tengah malam karena pasokan pada siang hari dihentikan. Puan menekankan pengelolaan air harus bermanfaat untuk masyarakat.
"Pengelolaan sumber daya air di Indonesia menghadapi problematik yang sangat kompleks karena sering sekali warga mengeluhkan pelayanan air bersih,” tuturnya.
Selain kekeringan dan layanan yang tidak prima, penyebab lain keterbatasan air bersih adalah banyaknya air yang tidak dapat dikelola menjadi higienis. Misalnya yang terjadi di DKI Jakarta di mana baru 39 persen warga ibu kota mendapatkan layanan air bersih perpipaan.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), penyebab masalah sumber air bersih sedikit di Jakarta karena hanya 2 sungai yang menyediakan sumber air bersih, yaitu Sungai Cengkareng dan Kali Krukut. Padahal total terdapat 13 sungai di Jakarta.
"Pemerintah perlu memiliki sistem manajemen tata kelola air yang berguna demi kelangsungan hidup masyarakatnya. Seperti memiliki terobosan bagaimana mengelola air sungai menjadi air bersih yang higienis sehingga dapat dipergunakan untuk keperluan sehari-hari oleh masyarakat," ucap Puan.
Dia pun menambahkan, masalah kekeringan juga berdampak terhadap pertanian yang menjadi salah satu penyumbang besar perekonomian negara. Akibat kekeringan, banyak petani yang sering mengalami gagal panen.
"Kurangnya air bersih juga mempengaruhi keamanan pangan, karena tanaman yang kurang mendapatkan air dan nutrisi yang cukup menjadi rentan terhadap serangan hama dan penyakit," ujarnya.
Kekurangan air pun dapat mengancam keberlanjutan ekosistem dan kehidupan satwa liar mengingat sungai dan danau yang kering dapat mengganggu siklus hidup hewan air dan mengurangi keragaman hayati.
"Selain itu, penggunaan air yang berlebihan dan polusi air juga menyebabkan degradasi kualitas air dan ekosistem, mengancam keberlanjutan lingkungan hidup," tutur Puan.
Editor: Rizal Bomantama