Mutasi TNI, Jenderal Lulusan Cumlaude Unpad Jadi Ketua Sekolah Tinggi Intelijen BIN

Riezky Maulana ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 05:05 WIB
Mutasi TNI, Jenderal Lulusan Cumlaude Unpad Jadi Ketua Sekolah Tinggi Intelijen BIN

Kadisdikal Laksma TNI Ivan Yulivan (tengah) bersama para perwira AL Australia beberapa waktu lalu. (Foto: Twitter/Ikahan).

JAKARTA, iNews.id - Gerbong mutasi dan promosi jabatan perwira tinggi TNI kembali bergerak. Sebanyak 181 perwira mendapatkan tugas baru dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/588/VII/2020 tanggal 27 Juli 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 181 Pati TNI. Mereka terdiri atas 76 Pati TNI AD, 82 Pati TNI AL dan 23 Pati TNI AU.

“Mutasi dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis,” kata Panglima sebagaimana disampaikan Kabidpenum Puspen TNI Letkol Sus Aidil, dikutip Rabu (29/7/2020).

Di matra Angkatan Darat, pati yang dimutasi antara lain Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan. Dia kini dipercaya sebagai Danpussenif Kodiklatad. Sebagai pengganti, Panglima TNI menunjuk Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono sebagai Pangkostrad.

Di matra Angkatan Laut, salah satu pati yang dimutasi yakni Kadisdikal Laksma TNI Ivan Yulivan. Jenderal bintang satu ini diberikan mandat anyar untuk menjabat Ketua Sekolah Tinggi Intelijen Negara BIN.

Ivan merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1990. Tentara kelahiran Bandung, Jawa Barat ini termasuk pati yang tidak hanya mahir dalam kemiliteran, namun juga intelektual secara akademis.

Pendidikan militernya komplet. Tidak hanya itu, dia juga meraih gelar doktor bidang Manajemen Strategi dari Universitas Padjadjaran, Bandung dengan predikat cumlaude pada 2013.

Gelar doktor itu disabetnya kala berpangkat kolonel. Hebatnya, sidang disertasi dan pengukuhan gelar doktor dihadiri Panglima TNI, saat itu, Laksamana TNI Agus Suhartono. Hadir pula KSAL ketika itu, Laksamana TNI Marsetio.

Pendidikan militer yang pernah diikutinya antara lain kursus Terroris and Counter Terrorism (2010), Good Governance (2010), Global Security and Global Walfare (2010), Public Speaking and Phsycology Audiences (2010) dan Media Operation Royal Military Standurst (2012).

Di luar itu terdapat gelar menarik lain. Ivan ternyata profesor ilmu beladiri. Gelar itu disematkan oleh The President of World Academy of Martial Arts Philosophy and Science (Wamaps) Prof Dr Sabree Saleeh. Gelar ini tak lepas dari jabatan Ivan sebagai Ketua Inkai.

Editor : Zen Teguh