Neraca Dagang RI Surplus 5,64 Miliar Dolar AS di April 2026, Rekor 72 Bulan Beruntun
Kontributor utama impor masih berasal dari sektor nonmigas yang mencapai 73,58 miliar dolar AS atau naik 12,70 persen, sedangkan impor migas tercatat 12,93 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 17,58 persen.
Apabila dilihat dari sisi penggunaan barang, terdapat tren peningkatan impor sepanjang Januari hingga April 2026 baik untuk kategori barang modal, bahan baku/penolong, maupun barang konsumsi.
Impor bahan baku/penolong tetap mendominasi struktur impor nasional dengan nilai menyentuh 61,82 miliar dolar AS atau tumbuh 11,67 persen, diikuti oleh impor barang modal senilai 17,11 miliar dolar AS yang naik 19,02 persen, serta impor barang konsumsi yang tercatat 7,58 miliar dolar AS atau naik 15,68 persen.
Sepanjang periode Januari-April 2026 tersebut, China menjadi negara asal utama untuk impor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai 30,79 miliar dolar AS (41,84 persen), diikuti oleh Jepang senilai 4,15 miliar dolar AS (5,64 persen), dan Australia sebesar 4,15 miliar dolar AS (5,64 persen).
Peran ketiga negara ini sangat besar karena berkontribusi sebanyak 53,12 persen, atau mencakup lebih dari separuh total impor nonmigas Indonesia.
Seturut itu, perolehan surplus perdagangan nonmigas selama periode Januari-April 2026 sebagian besar masih disokong oleh lima komoditas unggulan, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati senilai 11,71 miliar dolar AS, bahan bakar mineral 8,34 miliar dolar AS, produk besi dan baja senilai 5,71 miliar dolar AS, nikel beserta barang turunannya 4,26 miliar dolar AS, serta produk alas kaki sebesar 2,14 miliar dolar AS.
Editor: Puti Aini Yasmin