Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OJK Kantongi Nama Calon Direksi BEI jelang RUPS Juni, Siapa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

OJK Mulai Seleksi 28 Calon Direksi BEI, Ada Profesional IT hingga Perbankan

Rabu, 06 Mei 2026 - 08:32:00 WIB
OJK Mulai Seleksi 28 Calon Direksi BEI, Ada Profesional IT hingga Perbankan
OJK mulai seleksi calon direksi BEI. (Foto: SINDO)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerima 28 nama bakal calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk masa jabatan 2026–2030. Daftar tersebut terbagi ke dalam empat paket kepengurusan. 

Seluruh kandidat yang diusulkan dalam paket tersebut merepresentasikan perpaduan antara para pelaku industri pasar modal dengan tenaga profesional dari berbagai sektor strategis lainnya, termasuk bidang keuangan dan teknologi informasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengonfirmasi bahwa batas akhir penyerahan paket calon direksi Bursa Efek Indonesia telah resmi ditutup pada 4 Mei 2026.

Mengingat setiap paket mengusung tujuh posisi jabatan direksi, maka secara akumulatif terdapat 28 nama yang kini masuk ke dalam tahap penyaringan awal di OJK.

“Pengajuan dilakukan dalam bentuk paket sesuai ketentuan, dan seluruh kandidat telah melalui tahap pendaftaran awal sebagaimana diatur dalam POJK,” ujar Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK secara online, Selasa (5/5/2026).

Saat ini, OJK tengah melakukan proses verifikasi mendalam terhadap kelengkapan berkas administrasi dari seluruh calon direksi BEI tersebut. 

Tahapan verifikasi administrasi ini merupakan prosedur awal yang wajib dilalui sebelum para kandidat melangkah ke fase berikutnya, yakni uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).

Hasan memaparkan bahwa profil dari para kandidat yang diajukan memperlihatkan keragaman latar belakang yang luas, mulai dari praktisi pasar modal hingga ahli profesional dari sektor keuangan dan teknologi informasi. 

Komposisi yang beragam ini dinilai memiliki potensi besar untuk memperkaya serta memperkuat kapasitas strategis operasional BEI di masa depan.

Ditambah, OJK menyematkan ekspektasi tinggi kepada jajaran direksi dan komisaris BEI yang nantinya terpilih untuk memimpin agenda besar reformasi pasar modal nasional.

Agenda strategis tersebut meliputi pembenahan struktural, peningkatan likuiditas serta pendalaman pasar, penguatan aspek tata kelola, hingga pengembangan infrastruktur bursa yang mampu beradaptasi secara dinamis terhadap kemajuan teknologi.

"Harapannya, proses ini menghasilkan direksi yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki kapasitas inovasi untuk mendorong kemajuan pasar modal Indonesia,” kata Hasan.

Seluruh mekanisme pengajuan paket direksi ini berpedoman pada regulasi yang tertuang dalam POJK No. 58/POJK.04/2016, yang menetapkan standar tinggi bagi setiap kandidat terkait integritas, reputasi, serta kompetensi yang mumpuni.

Selain itu, para calon direksi diharapkan memiliki kapabilitas untuk menjalankan seluruh fungsi bursa secara mandiri, independen, dan profesional.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut