Ombudsman Minta Program Cek Kesehatan Dioptimalkan untuk Korban Asap Karhutla
JAKARTA, iNews.id - Ombudsman RI meminta pemerintah mengoptimalkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemeriksaan perlu diprioritaskan bagi warga yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng mengatakan, pemeriksaan kesehatan sejak dini diperlukan untuk mengantisipasi dampak paparan asap agar tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
"Kalau ada yang namanya cek kesehatan gratis atau CKG, maka ini perlu dilakukan sesungguhnya CKG ini terhadap mereka yang dinilai paling tinggi risiko atau dampak atau terpapar asap ini," ucap Robert dalam konferensi pers Ombudsman RI, Rabu (21/10/2026).
Robert menambahkan, penanganan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan pasien yang datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan. Pemerintah perlu mengupayakan pemeriksaan lebih awal, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak kabut asap.
"Jadi jangan hanya menunggu korban untuk datang atau pasien yang sudah parah untuk datang ke rumah sakit baru ada penanganan," tuturnya.
Dia menilai, dampak paparan asap perlu diantisipasi sejak awal agar tidak semakin parah. Karena itu, langkah pencegahan dan pemeriksaan dini harus menjadi bagian dari penanganan kesehatan bagi masyarakat terdampak karhutla.
"Kan dampak ini pasti dialami, nah apa yang dilakukan untuk bisa mengeliminasi dampak agar kemudian tidak terlanjur membesar," ujarnya.
Selain mengoptimalkan program CKG, Robert juga mendorong rumah sakit menyediakan tempat khusus untuk menangani pasien terdampak karhutla. Layanan tersebut terutama dibutuhkan bagi warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun gangguan kesehatan lain akibat bencana tersebut.
"Bahkan saya juga mendorong rumah sakit juga buka satu tempat khusus untuk penanganan pasien-pasien yang memang terdampak ISPA atau berbagai sakit yang memang menjadi akibat dari bencana yang ada," kata dia.
Editor: Aditya Pratama