Pakar Epidemiologi Ingatkan Siaga Penuh, Perubahan Zona Risiko Covid-19 Dinamis

Riezky Maulana ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 23:36 WIB
Pakar Epidemiologi Ingatkan Siaga Penuh, Perubahan Zona Risiko Covid-19 Dinamis

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga pakar epidemiologi, Dewi Nur Aisyah. (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id - Dinamika perubahan pemetaan zona risiko daerah tepapar virus corona (Covid-19) dinilai dinamis. Ada masanya setiap kabupaten/kota masuk dalam zona rendah, berpindah ke zona tinggi, tetapi tidak sedikit yang berpindah dari zona resiko rendah menjadi zona hijau.

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, kondisi tersebut harus disikapi dengan siaga penuh. Perilaku yang dilakukan hari ini, kata dia sangat menentukan yang terjadi berikutnya.

"Perubahan (zona rendah ke zona tinggi atau sebaliknya) yang kita lihat dari kabupaten kota secara cepat berganti dan sangat dinamis. Artinya apa? Kita semua tetap harus bersiap siaga dan meyakini perilaku kita pada hari ini akan menentukan apa yang akan terjadi di kemudian hari," ujar Dewi di Media Center Gugus Tugas Nasional, Rabu (1/7/2020).

Dia mencatat, ada 19 kabupaten/kota yang berubah dari zona risiko tinggi ke zona risiko sedang terhitung 28 Juni 2020. Kabupaten/kota tersebut meliputi, Sumatera Utara, yaitu Kota Binjai, Jawa Tengah ada di Semarang dan Kota Magelang. Kemudian, Jawa Timur ada Kediri, Tuban, Lamongan, Pamekasan, Kota Pasuruan dan Kota Batu.

Selanjutnya di Kalimantan Selatan terdapat Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut dan Lamandau. Sulawesi Tenggara, yaitu Buton. Sulawesi Utara, yaitu Kota Tomohon, Provinsi Gorontalo, Bone Bolango dan Kota Gorontalo. Maluku, Maluku Tengah dan Papua, yaitu Kota Jayapura.

Selain itu, kata dia sebanyak 31 kabupaten/kota yang bergerak dari risiko sedang menuju risiko rendah meliputi, Aceh Utara, Sumatera Barat, yaitu Tanahdatar dan Padangpariaman.

Sumatera Utara, yaitu Serdang Bedagai dan Kota Padang Sidempuan. Sumatera Selatan, yakni Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau. Bangka Belitung serta Belitung.

Kemudian, Jawa Barat, yakni Bandung. Jawa Tengah, yaitu Blora dan Kota Pekalongan. Jawa Timur ada Probolinggo. Kalimantan Barat ada Sintang. Kalimantan Tengah, yakni Kotawaringin Timur dan Seruyan. Kalimantan Timur ada Kutai Kartanegara, Kota Samarinda dan Kota Bontang.

Selanjutnya Sulawesi Tengah ada Sigi. Sulawesi Tenggara ada Wakatobi. Sulawesi Utara, yaitu Bolaang Mongondow Selatan. Sulawesi Selatan, yakni Kepulauan Selayar, Bantaeng, Bone, Wajo, Sidenreng Rappang dan Sigi. Maluku Utara ada Kepulauan Sula, Nusa Tenggara Barat, yaituLombok Timur. Papua ada Jayawijaya.

Sementara, 7 kabupaten kota dari risiko rendah masuk ke dalam zona hijau, wilayah tersebut tidak ada kasus baru selama 4 minggu terakhir dan angka kesembuhan mencapai 100 persen.

Sebanyak 7 wilayah tersebut meliputi, Sumatera Barat, yakni Kota Sawahlunto. Riau ada Kepulauan Meranti. Bengkulu, yaitu Bengkulu Selatan dan Kaur. Lampung ada Way Kanan dan Kota Metro. Kalimantan Tengah, yaitu Sukamara.

Dia mengapresiasi terhadap wilayah yang berhasil masuk dalam katogori zona hijau. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi daerah lain untuk membuat daerahnya berubah ke zona yang lebih baik.

"Ini juga perlu kita apresiasi karena cukup banyak daerah kabupaten kota yang bergerak menuju zona risiko yang jauh lebih baik lagi,” ucapnya.

Pakar epidemiologi ini mengingatkan, kunci keberhasilan penanganan Covid-19 dapat dicapai dengan kedisiplinan dan gotong royong serta hidup sehat.

"Saya ingin menyampaikan keberhasilan kita hanya bisa didapatkan melalui penuh perjuangan, kedisiplinan dalam melakukan perubahan dan gotong royong sebagai nilai yang diimplementasikan. Mari, kita hidup lebih sehat, hidup lebih taat, menuju Indonesia yang makmur dan bermartabat," katanya.

Editor : Kurnia Illahi