Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Operasi SAR Diperpanjang 3 Hari, Istri Jurnalis iNews Berharap Suaminya Ditemukan
Advertisement . Scroll to see content

Pakar Ungkap Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau bagi Penerbangan, Bikin Mesin Pesawat Mati

Senin, 07 September 2026 - 07:24:00 WIB
Pakar Ungkap Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau bagi Penerbangan, Bikin Mesin Pesawat Mati
Ilustrasi kokpit pesawat (foto: ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

“Selain kerusakan mekanis dan termal, abu vulkanik juga memicu gangguan sistemik pada navigasi dan kelistrikan pesawat. Gesekan antarpartikel abu halus yang terlempar dengan kecepatan tinggi menimbulkan muatan listrik statis ekstrem, memicu fenomena St. Elmo's Fire di kaca kokpit serta gangguan interferensi frekuensi radio komunikasi,” kata Daryono.

Lebih lanjut, Daryono mengatakan komposisi asam yang melekat pada abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan korosi instan pada komponen elektronik sensitif dan mencemari sistem pengondisian udara kabin (bleed air), yang tidak hanya mengancam kelangsungan fungsi instrumen penerbangan tetapi juga membahayakan keselamatan sistem pernapasan kru dan penumpang.

Bahaya paling fatal terjadi ketika abu terhisap ke dalam mesin jet; suhu ruang bakar yang mencapai 1.400 derajat Celsius akan melelahkan partikel silika tersebut hingga menjadi cairan kaca yang kemudian mendingin dan membeku di bilah turbin, menyumbat aliran udara, dan menyebabkan kegagalan mesin mendadak di udara.

Daryono menceritakan, insiden penerbangan paling terkenal akibat abu vulkanik terjadi pada 24 Juni 1982, ketika pesawat British Airways Penerbangan 9 melintasi awan abu erupsi Gunung Galunggung di Jawa Barat pada ketinggian 37.000 kaki.

“Abu vulkanik silika yang terhisap ke dalam empat mesin jet Boeing 747 tersebut meleleh dan membeku di bilah turbin hingga memicu kegagalan pembakaran mendadak (flameout) yang mematikan seluruh mesin secara bersamaan, disertai fenomena listrik statis St. Elmo’s Fire dan kikisan abrasif pada kaca kokpit,” katanya.  

Setelah meluncur bebas tanpa mesin sejauh puluhan kilometer keluar dari paparan awan abu, kapten pilot Eric Moody dan krunya berhasil menyalakan kembali mesin saat suhu partikel meleleh mendingin dan rontok di ketinggian lebih rendah, lalu melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Penghentian sementara operasional penerbangan di beberapa bandara saat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini merupakan langkah dan keputusan yang tepat demi menjamin keselamatan penerbangan,” katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut