Pandemi Covid-19 Dinilai Ujian Ketahanan Nasional dan Kekuatan Organisasi Internasional
JAKARTA, iNews.id - Pandemi global virus corona (Covid-19) belum dapat dipastikan kapan berakhir. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai kerentanan ketahanan nasional setiap negara, termasuk Indonesia.
Tenaga Profesional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Dadan Umar Daihani mengatakan, setiap negara menerapkan pembatasan sosial untuk menekan penyebaran virus tersebut. Kebijakan ini sangat memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.
"Sementara pertumbuhan dan pendapatan nasional turun secara signifikan," ujar Dadan di acara Seminar Nasional Jakarta Geopolitical Forum IV di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta, Kamis (22/10/2020).
Dia menuturkan, saat ini dunia menghadapi geopolitik yang sulit. Menurutnya, dibutuhkan lanskap ketahanan nasional yang baik untuk mengatasi persoalan tersebut.
Marak Demo Tolak Omnibus Law, Ini Kata Gubernur Lemhannas
Pandemi Covid-19, kata dia menjadi ujian bagi kekuatan struktur organisasi internasional dan ketahanan nasional masing-masing negara. Setiap negara, kata dia berusaha menemukan cara untuk bertahan hidup dan melindungi warganya.
Sementara, kata dia globalisasi kehilangan kekuatan dan manajemen negara kembali fokus terhadap kepentingan nasional masing-masing. "Di tengah semua ini, proteksionisme dan ultra-nasionalisme bangkit, pasar global hancur dan kepercayaan kepada aktor supra-nasional berkurang," ucapnya.
Ketahanan nasional dan solidaritas sesama serta menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok atau golongan dinilai menjadi kunci utama menghadapai dampak Covid-19.
"Tak bisa dipungkiri pandemi covid-19 akan mempercepat perpindahan kekuasaan dari barat ke timur," katanya.
Editor: Kurnia Illahi