Pangkopassus Ubah Tradisi, Prajurit Non-Komando Dilarang Pakai Baret Merah
"Kita membuat pin khusus buat rekan-rekan yang kebetulan tidak berkualifikasi komando namun bertugas di Kopassus untuk menggunakan pin tersebut secara sah," tuturnya.
Profil Prihati Pujowaskito, Dokter Kopassus Jadi Dirut BPJS Kesehatan
Nantinya, pin itu menjadi simbol pengabdian yang tetap diakui di lingkungan Kopassus. Dengan begitu, ikatan emosional antaranggota tetap terjaga meski tidak lagi menggunakan baret merah.
"Sehingga kita yang Kopassus setelah melihat pin tersebut akan tahu bahwa perwira tersebut, anggota tersebut pernah berdinas dan mengabdi di satuan ini dengan pengabdian terbaiknya," katanya.
Djon juga menegaskan, kebijakan ini berdampak langsung pada tradisi pembaretan. Ke depan, tidak ada lagi proses pembaretan bagi prajurit TNI AD yang tidak memiliki kualifikasi Komando.
"Tadi kita lihat, saya menyematkan pin memang ini sedikit berubah dan validasi organisasi ini di mana kita tidak ada lagi pelaksanaan pembaretan untuk menerima rekan-rekan yang kebetulan tidak berkualifikasi komando. Untuk melaksanakan pembaretan menggunakan baret merah," ujarnya.