Parameter Politik: 40,5 Persen Publik Tak Setuju Prabowo Gabung Koalisi Jokowi

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:12 WIB
Parameter Politik: 40,5 Persen Publik Tak Setuju Prabowo Gabung Koalisi Jokowi

Presiden Jokowi berswafoto (serfie) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan jurnalis di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). (Foto: iNews).

JAKARTA, iNews.id – Hasil survei Parameter Politik menemukan 40,5 persen publik tidak setuju Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bergabung dengan koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi). Mereka yang tak setuju berasal dari basis Prabowo dan Jokowi.

"Publik menyatakan tidak setuju Prabowo merapat ke Jokowi mencapai 40,5 persen, setuju 32,5 persen dan tak menjawab 27,0 persen," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno saat memaparkan hasil survei di kantor Parameter Politik, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Adi menegaskan, publik yang tak setuju Prabowo merapat ke pemerintahan berasal dari basis pemilih Jokowi dan Prabowo. Itu artinya pendukung Jokowi dan Prabowo sama-sama tak rela jika mantan Komandan Jenderal Kopassus itu merapat ke pemerintahan.

Adi menerangkan, ketidaksetujuan pendukung melihat Prabowo bergabung karena masih banyak anggapan mengenai pemilu berjalan curang. Selain itu, Prabowo juga dianggap harus konsisten sebagai simbol oposisi.

"Sementara alasan bagi mereka yang setuju, karena pemilu sudah usai dan menginginkan adanya kinerja baik dari pemerintah. Bahkan ada juga yang berpendapat bergabungnya Prabowo ke Jokowi akan menguatkan pemerintahan 5 tahun mendatang," kata Adi.

BACA JUGA: MPR: Pelantikan Jokowi-Ma'ruf pada Minggu 20 Oktober 2019 Pukul 14.30 WIB

Parameter politik Indonesia melakukan survei nasional dengan wawancara tatap muka (face to face interview) pada 5 hingga 12 Oktober 2019 dengan sampel 1.000 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi melalui metodologi stratified multistage random sampling dengan margin of error 3,1 persen. Survei pada pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaring aspirasi publik. Terutama soal evaluasi dan harapan publik terhadap Presiden Jokowi yang akan dilantik kembali sebagai presiden RI. Sebab, salah satu kekutan Jokowi selama ini adalah dukungan publik yang berlimpah.

Prabowo menggelar pertemuan empat mata dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Ada tiga hal utama yang dibahas keduanya yaitu soal kondisi ekonomi dan politik negara, pemindahan Ibu Kota negara, serta koalisi.

Prabowo menegaskan siap membantu pemerintah bila dibutuhkan. Bagi Gerindra, kepentingan nasional berada di atas segalanya. Kalau pun tidak masuk koalisi, Gerindra siap loyal di luar pemerintahan.

”Kalau umpamanya kami tidak masuk kabinet, kami tetap akan loyal di luar sebagai, apa istilahnya, checks and balances, sebagai penyeimbang. Kan kita di Indonesia tidak ada oposisi, ya, Pak, ya,” ujarnya.


Editor : Zen Teguh