Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menpar Ajak Masyarakat Kunjungi Istano Basa Pagaruyung, Warisan Minangkabau yang Indah!
Advertisement . Scroll to see content

Pariwisata Terdampak Perang Timur Tengah, Kemenpar Lakukan Ini!

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:53:00 WIB
Pariwisata Terdampak Perang Timur Tengah, Kemenpar Lakukan Ini!
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Konflik geopolitik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor pariwisata Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan strategi baru dengan membidik pasar wisatawan mancanegara dari Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Oceania.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi penurunan jumlah wisatawan asal Timur Tengah akibat ketidakpastian global yang masih berlangsung.

"Dinamika geopolitik di Timur Tengah ini tidak dipungkiri dapat berdampak pada jumlah wisatawan mancanegara yang datang dan juga devisa," ujar Widiyanti dalam konferensi pers Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta, belum lama ini.

"Sehingga kami di Kementerian Pariwisata harus melakukan prepositioning dan juga melakukan strategi-strategi yang jitu untuk membuka pasar di Asia Tenggara, Timur, dan Oceania,” tambahnya.  

Menurutnya, strategi diversifikasi pasar wisatawan menjadi langkah penting agar sektor pariwisata nasional tetap tumbuh di tengah tantangan global. Terlebih, wisatawan Timur Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang devisa besar bagi industri pariwisata Indonesia.

Widiyanti menegaskan pemerintah juga tengah berupaya menjaga momentum positif sektor pariwisata yang berhasil mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Nilai devisa pariwisata tahun lalu tercatat mencapai 18,27 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp305,46 triliun.

Tak hanya itu, jumlah perjalanan wisata sepanjang 2025 juga meningkat 17,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan total mencapai 1,2 miliar perjalanan.

"Pencapaian ini terus kami jaga momentumnya di tengah situasi sektor pariwisata yang masih dinamis dan penuh tantangan. Mulai dari dinamika geopolitik di Timur Tengah dan juga tekanan ekonomi global hingga perubahan perilaku wisatawan," katanya.

Dia menilai kondisi global saat ini tidak hanya menuntut sektor pariwisata untuk bertahan, tetapi juga bertransformasi agar lebih adaptif terhadap perubahan tren wisata dunia.

Salah satu tantangan yang kini dihadapi, lanjut Widiyanti, adalah perubahan perilaku wisatawan global yang semakin mengutamakan pengalaman wisata personal, unik, berkualitas tinggi, serta berbasis digital dan berkelanjutan.

Karena itu, Kemenpar mendorong penerapan praktik pariwisata berkelanjutan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, hingga pelaku industri pariwisata.

"Situasi ini membuat kita harus bekerja keras dan kami memiliki lima program unggulan di lingkungan pariwisata tahun 2026," ucap dia.

Langkah ekspansi pasar wisatawan ke kawasan Asia dan Oceania diharapkan mampu menjaga stabilitas devisa pariwisata nasional sekaligus memperkuat daya tahan industri pariwisata Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut