Partai Gerindra: Pilkada dan Pilpres Dua Konteks Berbeda
JAKARTA, iNews.id - Partai Gerindra tetap memastikan akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) 2019 mendatang. Meski mengalami kekalahan di banyak daerah dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, tidak menjadi penghalang bagi Gerindra untuk mencalonkan ketua umumnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Prabowo tidak akan menjadi king maker lantaran kalah di pilkada sejumlah daerah. Menurut Muzani, pelaksanaan pilkada dan pilpres adalah dua konteks berbeda. Keduanya memiliki hukum yang berbeda satu sama lainnya.
"Pilkada itu kan ada hukumnya sendiri. Kita tidak akan bergantung pada hasil pilkada yang diumumkan KPU (Komisi Pemilihan Umum). Karena kita punya cara untuk mengantisipasi bagaimana pilpres, dan bagaimana pileg," kata Wakil Ketua MPR ini di kediaman dinasnya, Kemang Selatan, Jakarta, Minggu (1/7/2018).
Meski banyak parpol menjadikan Pilkada 2018 sebagai patokan untuk memetakan Pilpres 2019 mendatang, tidak dengan Gerindra. Partai besutan Prabowo ini tetap optimistis mampu memenangkan Pilpres 2019 bersama koalisinya.
"Enggak (menjadi king maker), Pak Prabowo jadi capres. Capres dari partai yang memiliki 73 kursi (DPR), kurang 29 kursi. Ini yang kita sampaikan untuk meyakinkan partai-partai (koalisi)," kata Muzani.
Partai Gerindra juga mengklaim terus meningkatkan komunikasi dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuju Pilpres 2019. Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu dengan pimpinan kedua partai tersebut.
"Dalam minggu-minggu ini pertemuan itu intensif. Prabowo juga akan bertemu dengan kedua pejabat tinggi dari kedua partai itu, PKS dan PAN," ujar Muzani.
Editor: Azhar Azis