Partai Perindo Minta Selidiki dan Evaluasi Rusuh Kanjuruhan, Mahyudin: Ini Tragedi Sepak Bola Indonesia!

Feldy Utama ยท Minggu, 02 Oktober 2022 - 14:52:00 WIB
Partai Perindo Minta Selidiki dan Evaluasi Rusuh Kanjuruhan, Mahyudin: Ini Tragedi Sepak Bola Indonesia!
Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Perindo Mahyudin menyampaikan duka cita atas tragedi Stadion Kanjuruhan (Foto dok Perindo)

JAKARTA, iNews.id - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menelan sedikitnya 129 korban jiwa sangat disesalkan. Tragedi ini harus diusut tuntas, melibatkan semua pihak berwenang.

Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Mahyudin menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya ratusan orang pascakericuhan pada Sabtu (1/10/2022) malam.

"Kami keluarga besar Partai Perindo mengucapkan duka cita mendalam atas terjadinya tragedi yang menelan korban jiwa pascapertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang," katanya, Minggu (2/10/2022).

Mahyudin menyesalkan terjadinya kericuhan yang menimbulkan korban ratusan jiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang. Menurutnya, kejadian tersebut merupakan tragedi terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Bahkan, menjadi terbesar kedua dalam jumlah suporter yang tewas setelah tragedi Estadio Nacional, Lima, Peru, pada 1964 yang menewaskan 328 orang.

"Kita sangat menyesalkan terjadinya kericuhan, yang menimbulkan jumlah korban tewas dengan rekor terbesar kedua di dunia," ujarnya.

Mahyudin berharap kejadian ini tak lagi terulang.

"Kita harap ini yang terakhir, karena tidak ada pertandingan sepak bola sebanding dengan nyawa manusia," katanya. 

Mahyudin meminta Menpora, Polri, PSSI, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk duduk bersama, melakukan penyidikan atas kejadian ini. 

Dia juga mendesak evaluasi menyuruh terhadap sistem pengamanan yang dilakukan dalam pertandingan Liga 1 selama ini, terutama pertandingan yang banyak menyedot animo masyarakat. 

"Harus segera dilakukan penyidikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Evaluasi terkait pengamanan dan persyaratan izin dalam pertandingan," katanya. 

Seperti diketahui, laga Arema FC vs Persebaya berlangsung ricuh dan menwaskan ratusan orang. Hal itu bermula setelah Arema FC dikalahkan Persebaya 2-3.

Para Aremania turun ke lapangan begitu peluit panjang dibunyikan sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka kecewa setelah tim kesayangan kalah dari sang rival bebuyutan.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, dalam konferensi pers di Malang, Minggu dini hari mengungkapkan total korban jiwa dalam peristiwa tersebut 127 orang, termasuk dua anggota Polri. Jumlah korban kemudian bertambah menjadi 129 orang.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda