Pascakasus Penjarahan, BIN Jamin Situasi di Palu Terkendali

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 03 Oktober 2018 - 17:44 WIB
Pascakasus Penjarahan, BIN Jamin Situasi di Palu Terkendali

Kepala BIN Budi Gunawan. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Badan Intelijen Negara (BIN) memastikan kondisi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, terkendali pascakasus penjarahan yang dilakukan sejumlah warga korban gempa dan tsunami. BIN akan terus memantau agar situasi tetap aman.

"Situasi sudah terkendali. Aparat dan pemerintah bekerja sama untuk menanganinya. Alhamdulillah, kita semua masyarakat harus bekerja sama agar semakin tercipta suasana yang kondusif," ujar Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan dalam keterangan pers yang diterima iNews.id, Rabu (3/10/2018).

Menurut pria yang akrab disapa BG ini, dua hari pertama situasi Palu dan Donggala terus dimonitor. Saat ini kondisi telah normal. BG berpendapat, kasus penjarahan itu terjadi lantaran warga panik kehabisan makanan. Kendati demikian dia menegaskan bahwa kerugian akan diganti oleh pemerintah.

"Masih ada satu dua (kasus) dan itu sudah kita catat. Kemarin hasil rapat Mendagri dan Menko, perintahkan aparat dicatat setiap kerugian akan ditanggung. Akan diganti pemerintah. Penjarahan karena semua tentu panik makanan habis termasuk persoalan air. Tapi situasi sudah bisa ditangani," katanya.

BG menuturkan, Indonesia telah beberapa kali mengalami musibah besar. Dia pun meyakini warga akan mampu menghadapi bencana ini. Dia juga berharap wilayah yang terdampak gempa dan tsunami akan pulih secepatnya. Apalagi pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, Basarnas, dan seluruh elemen masyarakat bergerak melakukan aksi tanggap bencana.

"Kita ada pengalaman dua kali di Aceh dan Padang. Lombok kemarin 2018. Kali ini di Palu dan Donggala dan sekitarnya. Tapi yang pasti Indonesia, kita bangsa yang besar dan kuat punya kemampuan survival yang kuat. Yang terpenting kita punya semangat untuk segera pulih dan bangkit kembali," ujar mantan Wakapolri ini.

Terkait bantuan yang terlambat sampai di lokasi, BG menuturkan hal itu karena faktor transportasi. Namun beberapa hari ke depan pun diharapkan dapat pulih. Presiden Joko Widodo, kata BG, juga mengecek setiap saat.

Terkait dengan korban jiwa, BG memastikan tim SAR dibantu aparat lain telah melaksanakan pemakaman massal. Menurut BG, proses pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan. Namun, di beberapa tempat akses di sejumlah wilayah cukup sulit.

"Akses menuju ke sana (Petobo) cukup sulit. Sudah ada penguatan yang datang perjalanan darat, alat berat. itu butuh alat berat. Kita juga pikir penguburan massal jenazah yang sudah terkumpul. Untuk menghindari tertular penyakit yang tidak diharapkan," ujarnya.


Editor : Zen Teguh