Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dokter yang Viral karena Pukuli Pasien di Tempat Tidur RS Diskorsing
Advertisement . Scroll to see content

Pasien Korona Melonjak, Pemerintah Diminta Tambah Alat Pelindung Diri Tim Medis

Rabu, 18 Maret 2020 - 21:43:00 WIB
Pasien Korona Melonjak, Pemerintah Diminta Tambah Alat Pelindung Diri Tim Medis
Tim medis mengenakan alat pelindung diri (APD) tengah menangani pasien terindikasi virus korona. (Foto: Dok. iNews.id).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah diminta menambah fasilitas alat pelindung diri (APD) penanganan pasien virus korona (Covid-19). Alat pelindung itu dinilai penting untuk mencegah penyebaran virus tersebut, terutama bagi tim medis.

Juru Bicara Rumah Sakit Umum Persahabatan (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur, Erlina Burhan mengatakan jumlah pasien virus korona terus meningkat. Sementara alat pelindung diri tim medis semakin terbatas.

"Kami (RSUP Persahabatan) masih ada, tetapi ke depannya akan menipis juga," ujar Erlina di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Dia menuturkan, RSUP Persahabatan merupakan salah satu rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien virus korona sehingga membutuhkan fasilitas pendukung demi pencegahan penyebaran virus korona.

"Masker bedah, masker N95, baju hazmat, kacamata google," ucapnya.

Sebelumnya, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) juga mengngatkan kepada pemerintah akan pentingnya untuk menambah stok alat pelindung diri.

"Salah satunya yang paling penting dibahas yakni kekurangan alat pelindung diri (ADP) bagi petugas kesehatan," kata Ketua Umum PB IDI Daeng Faqih di Kantor PB IDI, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2020).

Data terakhir yang diumumkan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan korona, Achmad Yurianto , jumlah pasien positif virus korona mencapai 227 orang dan 11 pasien telah dipulangkan.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut