Pasukan Kopasgat Unjuk Kebolehan Terjun dari Ketinggian 9.000 Kaki
JAKARTA, iNews.id - Pasukan elite TNI Angkatan Udara, Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dari Batalyon Komando 462 Kopasgat dan Detasemen Pertahanan Udara ( Denhanud) 475 Kopasgat hiasi langit Negeri Seribu Suluk. Kegiatan ini dalam rangka menggelar terjun taktis (Juntis), dan free fall, tepatnya di atas Bandar Udara Tuanku Tambusan- Pasir Pangarayan, Kecamatan Rambah Samo, Rokan Hulu, Provinsi Riau, Minggu (13/2/22).
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro, mengpresiasi prajurit Yonko 462 Kopasgat dan Denhanud 475 Kopasgat dalam upaya meningkatkan profesionalisme sebagai pasukan elit milik TNI Angkatan Udara. Dia menilai pelaksanaan Jungar hari ini berjalan dengan sukses.
“Jungar ini tidak hanya dalam operasi atau latihan saja, namun dapat dijadikan minat potensi kedirgantaraan serta dapat mengedukasi masyarakat dalam menyaksikan atraksi pasukan elite TNI AU tersebut," kata Andi Kustoro dalam keterangannya, Selasa (15/2/2022).
Andi Kustoro beserta rombongan ikut hadir menyaksikan terjun payung penyegaran (Jungar) static dan terjun bebas penyegaran (free fall) bersama Bupati Rokan Hulu Sukirman.
Jenderal Kopassus Cari Pengawal untuk Presiden : Jangan Kasih Orang Batak karena Soeharto Jawa
Dia berharap prajurit Kopasgat milik TNI AU ini, semakin profesional dan dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan serta kesiapsiagaannya, sewaktu-waktu dapat dioperasionalkan dalam mendukung tugas TNI Angakatan Udara di masa mendatang.
Bersenjata Lengkap, Ratusan Prajurit Kopasgat Diterjunkan ke Lanud Supadio
“Kopasgat melibatkan 162 penerjun handal terdiri dari, 142 prajurit penerjun statik dengan ketinggian 1.000 feet, 20 prajurit penerjun free fall dengan ketinggian 9.000 feet di bawah pimpinan Dandenhanud 475 Kopasgat Letkol Pas Tatag Wicaksono dengan menggunakan pesawat TNI AU C-130/H-1318 yang dipiloti Mayor Pnb Aleg Chandra M, hal ini tujuannya adalah untuk me-refresh kembali kemampuan naluri tempur prajurit Kopasgat, agar selalu siap menghadapi dalam setiap penugasan sebagai insan TNI Angkatan Udara," kata Andi Kustoro.
Editor: Faieq Hidayat