PB IDI Kembali Berduka, 2 Dokter Meninggal Dunia karena Covid-19
JAKARTA, iNews.id - Kabar duka kembali disampaikan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) melalui akun Twitter resmi mereka @PBIDI. Dua dokter, yakni Arifudin Djuanna dan Aldreyn Asman Aboet meninggal dunia.
Ketua Umum lPB IDI, Daeng M Faqih menyampaikan ucapan belasungkawa melalui akun Twitter @PBIDI pada Sabtu (18/7/2020) pukul 22.07 WIB. Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
"Semoga hal-hal baik yang menjadi perjuangan beliau diterima oleh Allah SWT dengan limpahan pahala yang mulia. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan keikhlasan dalam cobaan ini. Amin," tulis Daeng dalam keterangannya yang dilihat iNews.id di Jakarta, Minggu (19/7/2020).
Dokter Arifudin Djuanna tercatat sebagai anggota PB IDI Cabang Makassar. Sedangkan dokter Aldreyn Asman tercatat sebagai anggota PB IDI Cabang Medan.
PB IDI Berduka atas Kepergian Dokter RSUD Soewandhi Surabaya
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dokter Arifudin merupakan Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Sementara, dokter Aldreyn biasa berpraktik di Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Haji Adam Malik Medan dan Rumah Sakit Haji Medan.
Dokter Arifudin menghembuskan nafas terakhirnya hari Kamis (16/7/2020) pada pukul 11.15 WITA dan Dokter Aldreyn meninggal pada hari Jumat (17/7/2020) sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan PCR keduanya terkonfirmasi positif covid-19.
Sebelumnya, Pejabat Humas PB IDI, Abdul Halik Malik juga mengabarkan ada lima dokter meninggal dunia pada Minggu (12/7/2020). Empat di antaranya meninggal karena covid-19.
"Pertama dr Budi Luhur dari Gresik, dr Deni Chrismono dari Surabaya, dr Arief Agoestono dari Lamongan, dan dr Djoko Wiyono dari Surabaya," kata Halik Jumat (17/7/2020).
Menurut dia, istri dokter Arief juga meninggal dunia karena Covid-19. Sementara satu dokter lain yang meninggal namun bukan karena covid-19 yakni dr Paulina Lumintang asal Surabaya yang meninggal akibat sakit Hepatitis B.
"Dokter Paulina sakit hepatoma, riwayat hepatitis B," tuturnya.
Editor: Rizal Bomantama