Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

PB IDI Konfirmasi 4 Dokter Meninggal Dunia karena Tangani Covid-19

Minggu, 22 Maret 2020 - 12:57:00 WIB
PB IDI Konfirmasi 4 Dokter Meninggal Dunia karena Tangani Covid-19
Ilustrasi Petugas medis membawa seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) (Foto: Antara/Septianda Perdana)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengonfirmasi empat dokter meninggal dunia usai menangani pasien suspect atau positif Covid-19. Keempat dokter tersebut dr Tonni Daniel Silitonga, dr Hadio Ali, dr Joko Yudoyoko, dan dr Adi Mirsa.

Ketua PB IDI, Daeng M Faqih mengatakan pihaknya mengetahui kabar dr Daniel Silitonga meninggal sekitar dua hari yang lalu, Jumat (20/3/2020). Sedangkan untuk kabar dr Joko Yudoyoko dan dr Adi Mirsa diketahuinya kemarin, Sabtu (21/3/2020). Dia baru menerima kabar meninggalnya dr Hadio Ali tadi pagi.

"Iya betul (ada tiga dokter meninggal). Tambah satu ya sekarang, dr Hadio Ali tadi Subuh," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh iNews.id, Minggu (22/3/2020).

Khusus untuk dr Daniel, Faqih mengaku awalnya mengetahui informasi tersebut berdasarkan beberapa berita di media online. Hal itu dikarenakan, pihaknya tidak diberikan jumlah pasti oleh pemerintah ihwal jumlah tenaga medis yang terjun dalam menangani Covid-19.

"Dokter Daniel itu dua hari yang lalu, ini dari berita yang saya dapat ya, kita serba tidak tahu. Karena kita tidak dikasih data," ucapnya.

Selama ini, dirinya mendapatkan informasi terkait para tenaga medis ataupun dokter melalui informasi dari akar rumput. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dr Adi Mirsa biasa melakukan praktik di Rumah Sakit Ananda Bekasi dan Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat. Sedangkan dr Hadio merupakan dokter ahli kelainan saraf atau neurologi di Rumah Sakit Premiere Bintaro, Tangerang.

Untuk dr Joko Yudoyoko tercatat menjadi dokter bedah di Bogor Medical Center. Terakhir, dr Tonni merupakab Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat.

Kabar meninggalnya para dokter ini bermula tersebar secara berantai di aplikasi pesan Whatsapp. Pesan tersebut menyebut penyebab meninggalnya dr Tonni Daniel Silitonga karena kelelahan menangani kasus virus korona. Joko Yudoyoko tertulis positif terpapar virus korona.

Sedangkan dr Adi Mirsa dituliskan saat meninggal dunia telah masuk ke dalam kategori pasien dengan pengawasan (PDP). Berdasarkan data per Sabtu (21/3/2020), pasien positif virus korona di Indonesia meningkat menjadi 450 orang. Terjadi penambahan sebanyak 81 orang dari sebelumnya serta korban meninggal dunai bertambah enam menjadi 38.

"Ada kasus baru sebanyak 81 orang, jadi total 450," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Korona, Achmad Yurianto dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (21/3/2020).

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut