Special Issue

Pembelajaran Tatap Muka, Babak Baru Pendidikan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

iNews.id ยท Senin, 06 September 2021 - 17:55:00 WIB
Pembelajaran Tatap Muka, Babak Baru Pendidikan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi. Siswa SD Kaliasin 1 Surabaya mengikuti PTM hari pertama, Senin (6/9/2021). (Foto: iNews.id/Hari Tambayong)

JAKARTA, iNews.idPembelajaran Tatap Muka (PTM) digelar di sejumlah wilayah Indonesia menyusul kasus Covid-19 yang telah melandai. Ini menjadi babak baru pendidikan di tengah pandemi Covid-19.

PTM menjawab kerinduan para siswa yang sudah lama tidak ke sekolah, sejak pandemi terjadi pada 2021 lalu. Banyak yang mengaku bosan belajar online atau daring. Mereka ingin bisa segera kembali merasakan aktivitas belajar mengajar di kelas dan bertemu dengan teman-temannya. 

Sekolah yang kembali dibuka pun menimbulkan semangat di kalangan orang tua dan pihak sekolah yang juga lelah dengan metode daring. Namun, ada pula orang tua yang merasa cemas mengantarkan kembali anak-anaknya ke sekolah di tengah pandemi Covid-19. 

PTM terbatas digelar sejak Senin (30/8/2021) di beberapa daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka (PPKM) level 1, 2, dan 3. Tentunya juga setelah mendapat izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). 

PTM terbatas penting untuk menekan risiko learning loss yang terjadi karena peserta didik tidak memperoleh pembelajaran yang optimal sehingga berakibat pada kemunduran akademis dan nonakademis. 

Berdasarkan kajian Kemendikbud Ristek, pemulihan learning loss bisa memakan waktu hingga sembilan tahun. Dengan adanya PTM terbatas ini, harapan menjaga kualitas pembelajaran anak Indonesia bisa optimal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menyampaikan, belajar tatap muka bisa segera dilaksanakan jika semua siswa sudah divaksinasi Covid-19.

"Segera semuanya bisa divaksin sehingga pembelajaran tatap muka bisa segera kita laksanakan," katanya di Madiun, Kamis (19/8/2021).

Jokowi juga mengingatkan PTM harus dijalankan secara berhati-hati. "Jangan sampai nanti pas dibuka belajar tatap muka, ada yang terpapar Covid-19. Ini yang harus dihindari,” tuturnya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: