Pembeli Data Pribadi Bisa Dijerat Pidana

Antara ยท Jumat, 16 Agustus 2019 - 00:01 WIB
Pembeli Data Pribadi Bisa Dijerat Pidana

Foto ilustrasi. (Foto: iNews.id/Dok.)

JAKARTA, iNews.id - Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Dittipid Siber Bareskrim) Polri menyatakan, pembeli data pribadi dapat dijerat dengan pidana. Pidana yang akan dikenakan kepada para pembeli data itu tergantung kepada penyalahgunaan yang mereka lakukan. 

"Dia (pembeli data) menggunakan itu bukan haknya, itu juga bisa kami jerat juga menggunakannya untuk apa," tutur Wakil Direktur Tipid Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Asep Safrudin, di Jakarta, Kamis (15/8/2019). 

Pihaknya masih menelusuri konsumen dan penggunaan data pribadi dari penjual data yang sudah ditangkap berinisial C (32) di Depok, Jawa Barat, pekan lalu. Namun, Asep mengakui penelusuran transaksi dalam bidang siber tidak semudah transaksi fisik, karena jejak dan buktinya cepat hilang dan dapat dilakukan di mana saja. 

"Makanya kami belum bisa mengatakan hukumannya seperti apa, tergantung dia menggunakannya untuk apa," ucap Asep. 

Menurut dia, nantinya apabila undang-undang perlindungan data pribadi kerja polisi dalam melakukan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan data pribadi akan lebih mudah.  Sementara untuk tersangka C yang memiliki jutaan data meliputi nama lengkap, nomor telepon genggam, alamat, nomor induk kependudukan, nomor KK, rekening bank, nomor kartu kredit dan data pribadi lainnya, polisi menjerat dengan UU ITE. 

Pasal yang digunakan adalah Pasal 48 ayat 2 jo Pasal 32 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp3 miliar. 

Selain itu, juga Pasal 95A UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukandengan ancaman maksimal dua tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp25 juta.


Editor : Ahmad Islamy Jamil