Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Tahun Asta Cita, Kemenag Ungkap Jutaan Penerima Manfaat Pendidikan hingga Ekonomi Umat
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Bidik 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan, Ini Jurus Tingkatkan Pendapatan Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:01:00 WIB
Pemerintah Bidik 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan, Ini Jurus Tingkatkan Pendapatan Warga
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (tengah) (Foto: Tangguh Yudha)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah membidik 88 kabupaten/kota sebagai lokasi prioritas pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian. Sejumlah komoditas seperti cabai, singkong, kopi, hingga peternakan ayam disiapkan menjadi andalan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah tersebut.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan, pemerintah akan mempertajam penentuan lokasi percontohan atau piloting dengan mempertimbangkan tingkat kemiskinan, potensi komoditas unggulan daerah, serta ketersediaan anggaran.

“Selain lokasinya yang miskin, kita juga melihat komoditasnya serta model-model pemberdayaan yang cepat. Misalnya peternakan, penanaman komoditas seperti kopi, cabai, singkong, atau peternakan ayam. Itu yang mempercepat penanggulangan kemiskinan,” kata Cak Imin, Senin (19/10/2026).

Menurut Cak Imin, pengembangan komoditas pertanian menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan. Melalui pendekatan pemberdayaan, masyarakat diharapkan tidak hanya bergantung pada bantuan sosial atau subsidi, tetapi mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

“Penanggulangan kemiskinan yang paling efektif dan tepat adalah melalui pemberdayaan. Apa yang dilakukan dengan cara kerja pemberdayaan mengurangi kemiskinan sekaligus mengurangi jumlah masyarakat penerima subsidi,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut