Pemerintah Guyur 1,3 Juta Ton Beras SPHP hingga Akhir Tahun, Jaga Stabilitas Harga
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memastikan akan terus mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap tercukupi.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menjelaskan, penyaluran akan terus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia hingga beberapa bulan ke depan dengan target sebaran beras 1,3 juta ton.
"Sesuai perintah Bapak Presiden, kita akan mengguyur pasar dengan 1,3 juta ton beras di seluruh Indonesia. Operasi pasar ini akan kita jalankan terus hingga pasar benar-benar jenuh, bahkan bila perlu sampai Desember dan Januari," ucap Amran dalam keterangannya dikutip, Sabtu (13/9/2025).
Amran menambahkan, keberhasilan operasi pasar murah sangat ditentukan oleh pengawalan yang baik di lapangan.
Dia pun meminta semua pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga pelaku usaha untuk menjaga kualitas dan kelancaran distribusi beras SPHP.
“Intinya bagaimana petani sejahtera, konsumennya bahagia, dan pedagang tetap untung. Itulah keinginan Bapak Presiden. Karena itu, kami minta program ini dikawal bersama agar manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Sebelumnya dikabarkan, harga beras mengalami kenaikan di tengah melimpahnya stok nasional. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menyebut, kenaikan harga tersebut karena harga Gabah Kering Panen (GKP) dari yang semula di angka Rp6.000 per kg kini menjadi Rp6.500 per kg.
“Harga beras medium itu naik ya sudah pasti, karena harga gabah dulu Rp6.000, sebelumnya Rp5.500, hari ini Rp6.500. Artinya, Presiden meminta Rp6.500 minimal," ucap Arief dalam Rapat dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Dirinya menjelaskan, setiap kenaikan harga gabah sebesar 1 persen dapat menyebabkan kenaikan sekitar Rp100 pada harga beras. Dalam kondisi tertentu, harga gabah bahkan mencapai Rp7.400 per kg, sehingga harga beras pun ikut terdorong naik.
Editor: Aditya Pratama