Pemerintah Kirim 1.476 Akademisi ke 53 Kawasan Transmigrasi, Libatkan 10 Kampus
Perguruan tinggi mitra membantu verifikasi administrasi, seleksi dan dukungan akademik bagi para peserta Tim Ekspedisi Patriot sebelum diberangkatkan. Kolaborasi tersebut berlanjut selama masa penugasan. Setiap kampus bertanggung jawab mendampingi kawasan yang menjadi lokasi risetnya, seperti Universitas Indonesia di Werianggi-Werabur dan ITB di Lereh, Papua.
Program ini diharapkan mampu menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium riset terapan yang menghasilkan rekomendasi kebijakan nyata untuk perencanaan, pembangunan dan pengembangan kawasan yang diawasi langsung oleh akademisi.
Untuk 10 kawasan transmigrasi di Papua, negara memastikan penguatan pendampingan melalui penambahan jumlah tim yang diturunkan.
“Tim tersebut yakni 1.200 orang Tim Ekspedisi Patriot yang diterjunkan saat ini, sekaligus menjadi bentuk afirmasi nyata dari komitmen Presiden Prabowo dalam mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan Papua,” kata Qodari.
Dia menegaskan, skema ini bukan pemerataan seragam ala program sosial biasa, melainkan penyesuaian berbasis kebutuhan riil 53 kawasan prioritas, dengan 11 tema riset spesifik mulai dari reforma agraria hingga hilirisasi dan energi terbarukan.
“Negara memastikan hasil riset Tim Ekspedisi Patriot menjadi bahan rekomendasi kebijakan yang ditindaklanjuti secara berkelanjutan, bukan proyek sekali jalan. Hasil-hasil riset akan menjadi pijakan bagi lahirnya kebijakan yang tepat sasaran, berdampak nyata, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Editor: Reza Fajri