Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Vaksin Covid-19 Terbaru Resmi Rilis, FDA Approve! 
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah: Lonjakan Pasien Positif Corona Bukan karena Rapid Test

Rabu, 25 Maret 2020 - 18:19:00 WIB
Pemerintah: Lonjakan Pasien Positif Corona Bukan karena Rapid Test
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto. (Foto: Dok BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah baru saja mengumumkan penambahan pasien positif virus corona sebanyak 105 pada hari ini, Rabu (25/3/2020) sehingga total menjadi 790 orang. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan lonjakan itu terjadi bukan karena rapid test.

Sebelumnya pemerintah sudah mendistribusikan 125.000 rapid test kit untuk deteksi virus corona massal. Yuri mengatakan lonjakan tersebut berdasarkan hasil real time PCR.

"Pasien positif yang bertambah berdasarkan pemeriksaan PCR, bukan karena rapid test," katanya di Graha BNPB, Jakarta.

Dia menjelaskan rapid test merupakan tes cepat deteksi virus corona berdasarkan antibodi. Dia menyebut jika hasil pemeriksaan rapid test menunjukkan negatif, belum menjamin yang bersangkutan bebas dari infeksi virus corona.

"Karena tubuh membentuk antibodi pada enam atau tujuh hari setelah infeksi. Oleh sebab itu jika ada gejala namun hasil rapid test negatif maka akan kami rekomendasikan tes ulang tujuh hari kemudian," ucapnya.

Jika rapid test menunjukkan positif baru pasien akan melanjutkan ke tahap real time PCR yang berdasarkan antigen. Kalau terus menunjukkan positif maka pasien akan diimbau untuk mkelakukan isolasi baik mandiri maupun di rumah sakit.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang dinyatakan negatif tetap menjaga diri. Jika imbauan tak dilakukan bisa jadi terkena infeksi di kemudian hari," ujarnya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut