Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Siapkan 10.000 Tempat Tidur di 1.000 RS Khusus Pasien Covid-19

Senin, 27 April 2020 - 19:15:00 WIB
Pemerintah Siapkan 10.000 Tempat Tidur di 1.000 RS Khusus Pasien Covid-19
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus meningkatkan kapasitas dan kualitas fasilitas kesehatan (faskes) guna mempercepat penanganan virus corona (Covid-19). Hingga saat ini, pemerintah telah menyiapkan sebanyak 10.000 tempat tidur di 1.000 rumah sakit (RS) khusus.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto memaparkan, lebih dari 1.000 rumah sakit tersebut merupakan gabungan dari pemerintah pusat, daerah, swasta dan TNI-Polri. Dari 10.000 tempat tidur yang tersedia, ada sekitar 7.000-8.000 tempat tidur masih ditempati pasien Covid-19.

"Sudah lebih dari 1.000 rumah sakit telah merawat pasien Covid-19, baik yang statusnya terkonfirmasi positif maupun yang masih PDP (Pasien Dalam Pengawasan)," katanya melalui keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (27/4/2020).

Menurut pria yang akrab disapa Yuri ini, pemerintah juga memastikan kapasitas RS di seluruh Indonesia masih cukup untuk menampung pasien yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 dan membutuhkan perawatan layanan kesehatan. Hingga saat ini Pemerintah tengah berupaya memperkuat infrastruktur sehingga bisa memproduksi alat tes dan reagen untuk pengujian RT-PCR secara mandiri.

"Ini jadi sesuatu yang penting dan jadi salah satu prioritas pemerintah agar secara mandiri kita nanti menuju ke kemampuan produksi test kit dan reagen sendiri," ujarnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ini menyampaikan, pemerintah terus berupaya melakukan pengujian sampel melalui metode RT-PCR secara masif. Pemerintah juga melakukan pelacakan riwayat kontak yang agresif untuk bisa melakukan isolasi setiap orang yang diduga terpapar Covid-19.

Hingga saat ini, Yuri memaparkan, pemerintah telah memeriksa 75.157 spesimen melalui metode RT-PCR dari hasil pelacakan riwayat kontak pasien positif Covid-19. Pemerintah juga telah mendistribusikan lebih dari 436 ribu reagen RT-PCR ke seluruh daerah di Indonesia untuk mempercepat pengujian sampel secara masif.

"Ini kunci tes kita bisa mencapai 10.000 lebih pemeriksaan Real Time-PCR setiap hari di seluruh Indonesia. Ini penting agar testing, tracing, treatment, dan ditambahkan dengan trimming movement ini jadi konsep utuh pegangan dalam pelaksanaan penanggulangan Covid-19," tuturnya.

Pemerintah juga tetap melakukan tes skrining dengan metode serologi terhadap lebih dari ratusan ribu orang dalam rangka identifikasi kemungkinan terpapar Covid-19 pada orang-orang kelompok kontak dekat. Selain itu skrining juga dilakukan sebagai monitoring petugas kesehatan yang kontak langsung dengan penderita Covid-19.

Pemerintah juga mengawasi ketat daerah-daerah dengan kasus positif tinggi. Dengan upaya itu diharapkan dapat menemukan kasus positif dengan cepat di tengah masyarakat, untuk kemudian dilakukan isolasi dan perawatan.

"Penting agar sumber penularan di tengah masyarakat bisa kita batasi, kita isolasi sehingga kasus penularan lebih lanjut bisa dikendalikan dengan baik," kata Yuri.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut