Prabowo Tegaskan Terbuka Dikritik: Justru Saya Terbantu
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik konstruktif dari masyarakat. Menurutnya, kritik justru penting untuk membantu pemerintah mengevaluasi kebijakan yang telah dijalankan.
Dia mengatakan, wajar bila seseorang merasa tidak nyaman saat menerima kritik atau koreksi. Namun bagi dirinya, kritik justru menjadi pengingat dan bentuk perlindungan dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara.
“Kalau dikritik, malah kita harus bersyukur kalau saya dikoreksi. Saya dibantu, saya diamankan,” ujar Prabowo kala memberi sambutan di Perayaan Natal Nasional, Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2026).
Dia mencontohkan satu peristiwa saat kritik masyarakat membuatnya mengevaluasi kembali langkah yang diambilnya. Kala itu, Prabowo berusaha mencerna dan menyikapi kritik tersebut seobjektif mungkin.
“Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak, ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’. Saya koreksi lagi, apa benar? Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” kata dia.
Namun, dia menegaskan kritik jangan sampai kebablasan menjadi fitnah. Sebab, menurutnya, kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian hanya akan merusak persatuan bangsa.