Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fuad Bawazier Ungkap Dugaan Pembakaran Lahan di Kalimantan untuk Jatuhkan Presiden Prabowo
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Tegaskan Mampu Tangani Karhutla, Virdian Aurellio: Rakyat Sudah Tak Sanggup!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:10:00 WIB
Pemerintah Tegaskan Mampu Tangani Karhutla, Virdian Aurellio: Rakyat Sudah Tak Sanggup!
Kreator konten Lawan Buta Politik, Virdian Aurellio dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "730 Hari Pemerintahan, Suara dan Harapan", Selasa (20/10/2026). (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kreator konten Lawan Buta Politik, Virdian Aurellio menyinggung dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan sejumlah wilayah yang dinilainya belum sepenuhnya mampu ditangani pemerintah. Dia menyatakan, masyarakat di wilayah terdampak sudah kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari.

"Saya baru baca berita dari seorang Menko Polkam yang menyatakan bahwa kita enggak perlu bencana nasional karena negara masih sanggup. Saya percaya kok, pejabat dan negara itu sanggup. Masalahnya yang enggak sanggup tuh rakyat. Yang enggak sanggup itu rakyat," ucap Virdian dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "730 Hari Pemerintahan, Suara dan Harapan" yang disiarkan iNews, Selasa (20/10/2026).

Virdian menuturkan, dirinya baru kembali dari Kalimantan setelah berada di wilayah tersebut selama 14 hari. Dia mengaku berkomunikasi dengan sejumlah rekannya di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat untuk mengetahui kondisi terkini, terutama setelah bencana.

Dia menyoroti dampak asap karhutla terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Menurutnya, warga tetap harus bekerja di tengah kondisi udara yang buruk dan jarak pandang yang terbatas.

"Ketika melihat ada ratusan ribu ISPA, sampai ada bayi yang batuknya itu berdarah, sampai menghirup udara aja harus ngantre lewat yayasan namanya Yayasan Rumah Aman Asap, dan kami juga ikut distribusi oksigen ke sana. Mereka udah enggak sanggup. Menghirup udaranya," tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut