Penangguhan Penahanan Dikabulkan Polisi, Eggi Sudjana Jadi Tahanan Kota

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 24 Juni 2019 - 21:03 WIB
Penangguhan Penahanan Dikabulkan Polisi, Eggi Sudjana Jadi Tahanan Kota

Politikus PAN, Eggi Sudjana. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id – Penyidik Polda Metro Jaya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan politikus PAN, Eggi Sudjana, terkait kasus dugaan makar. Penagguhan penahanan itu dikabulkan lantaran Eggi dinilai kooperatif selama proses penyidikan, di samping mendapat penjamin dari politikus Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

“Setelah penyidik menerima surat pengajuan penangguhan penahanan untuk tersangka Eggi Sudjana, tentunya penyidik pasti akan mengevaluasi dari pengajuan tersebut,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin (24/6/2019).

Dalam surat tersebut, Eggi mendapat jaminan penangguhan penahanan dari Direktur Hukum dan Advokasi Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang juga anggota Komisi III DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Selain itu, pihak keluarga Eggi juga turut menjadi penjamin bagi sang aktivis.

“Setelah diilihat dan dievaluasi, kemudian pada hari ini, Senin tanggal 24 Juni, pengajuan penangguhan penahanan oleh penjamin Pak Dasco itu dikabulkan oleh penyidik,” ujar Argo melanjutkan.

Meski Eggi kini dapat kembali ke rumahnya bersama keluarga, dia tetap mempunyai kewajiban untuk melapor ke Polda Metro Jaya dua kali sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. “Jadi, untuk malam ini, tersangka Eggi Sudjana bisa kembali ke rumah. Nanti akan diantar pengacaranya dan akan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis,” ungkap Argo.

Pada 3 Juni lalu, Polda Metro Jaya sempat memperpanjang masa penahanan Eggi menjadi selama 40 hari. Masa penahanan politikus PAN itu sebelumnya telah habis pada 2 Juni, terhitung sejak mulai ditahan untuk waktu 20 hari pada 14 Mei 2019.

Kasus Eggi berawal dari seruan “people power” yang dia sampaikan saat berpidato di kediaman calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, 17 April lalu. Gara-gara seruan tersebut, Eggi dilaporkan seorang relawan Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac), Supriyanto, ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM pada 19 April 2019. Supriyanto melaporkan Eggi dengan tuduhan penghasutan.

Selain itu, Eggi juga dilaporkan seorang wanita bernama Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya pada 24 April 2019. Pelaporan itu disampaikan Dewi lantaran Eggi dituding berencana melakukan makar terkait seruan people power yang disampaikan melalui pidatonya.

Oleh polisi, Eggi lantas disangkakan Pasal 107 KUHP dan/atau 110 juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Editor : Ahmad Islamy Jamil