Pengacara Bantah Nadiem Terima Rp809 Miliar: Tak Ada Bukti Konkret!
JAKARTA, iNews.id - Kuasa hukum Nadiem Makarim, Dodi Abdul Kadir membantah kliennya menerima uang sebesar Rp809 miliar dalam proyek pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). Hal itu disampaikan Dodi usai mendengarkan surat dakwaan dari Jaksa penuntut umum (JPU), Senin (5/1/2026).
"Tidak diuraikan uraian alat bukti yang konkret mengenai sejumlah dana Rp809 miliar yang diterima oleh Pak Nadiem," ujar Dodi di Pengadilan Tipikor, Jakarta.
Menurut Dodi, jaksa hanya memaparkan Nadiem mendapatkan keuntungan ratusan miliar tersebut. Jaksa penuntut umum menurutnya tidak bisa membuktikan bagaimana uang itu bisa diterima Nadiem.
"Tidak ada bukti yang konkret, bagaimana terimanya? Dalam bentuk apa? Dia (JPU) hanya menyebutkan bahwa Pak Nadiem menerima keuntungan. Padahal tidak ada disebutkan sama sekali alat bukti," sambungnya.
Sebagai informasi, Nadiem didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp2,1 triliun dalam pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2020-2022.
Angka ini berasal dari Rp1,5 triliun (Rp1.567.888.662.716,74) yakni angka kemahalan harga Chromebook.
Kemudian Nadiem disebut melakukan kerugian keuangan negara pada CDM yang dinilai tidak diperlukan dan tidak bermanfaat yang mencapai USD44.054.426 atau setara Rp621 miliar berdasarkan kurs terendah periode Agustus 2020-Desember 2022.
Selain itu, Nadiem didakwa menguntungkan diri sendiri dan pihak lain. Total 25 pihak diperkaya termasuk Nadiem yang mendapatkan keuntungan sebesar Rp809 miliar.
Editor: Reza Fajri